Tampilkan postingan dengan label larva nyamuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label larva nyamuk. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Februari 2016

Ikan Guppy Ternyata Predator Bagi Telur Dan Larva Nyamuk Lho

Layaknya sebuah remote yang mempunya banyak tombol ikan guppy ini secara otomatis menjadi pengontrol nyamuk di daerah ini, bagaimana bisa?
http://2.bp.blogspot.com
Nagpur: Dengan langkah-langkah anti-larva tidak terbukti efektif untuk mencegah ancaman nyamuk, Nagpur Municipal Corporation telah menghidupkan kembali metode kuno untuk mengontrol  perkembangbiakan larva, dengan melepaskan ikan guppy di situs peternakan.
"Langkah itu benar-benar diambil setelah aedes aegypti yang bertanggung jawab untuk demam berdarah, ditemukan dalam sebanyak 1.521 rumah," kata Walikota Pravin Datke, yang pada Senin  didistribusikan ikan guppy di daerah Dharampeth.
Karyawan departemen kesehatan melepaskan ikan tersebut ke dalam genangan air tergenang, yang merupakan tempat untuk perkembangbiakan nyamuk. Ikan ini adalah predator telur nyamuk dan larva yang menyebabkan penyebaran malaria juga. Pejabat kesehatan NMC juga telah berbicara dengan supervisor situs konstruksi di berbagai tempat dan melepaskan beberapa ikan ini di dalam genangan air di tempat mereka. Lokasi konstruksi telah diidentifikasi sebagai zona berisiko tinggi dengue untuk warga. "Kami melepaskan ikan di banyak lokasi konstruksi. Ikan ini makan larva dan membantu mengendalikan penyebaran mereka," kata pejabat kesehatan TOI.
Pada bulan Agustus 2015, NMC telah melepaskan ikan guppy di 46.031 lokasi. Pertama 3865 di Laxmi Nagar, Dharampeth 3407, Hanuman Nagar 4144, Dhantoli 3530, Nehru Nagar 6956, Gandhibagh 4896,  Satranjipura 3645, Lakadganj 7778, Ashi Nagar 3574 dan Mangalwari 4236. Sementara itu, badan sipil juga telah memulai program pengawasan intensif untuk mencegah nyamuk dengue setelah mereka menemukan aegypti aedes berkembang biak di sebanyak 1.521 rumah.



Ikan Guppy Doyan Banget Melahap Larva Nyamuk

Ini cerita kehebatan ikan guppy yang lain untuk memberantas nyamuk-nyamuk nakal lagi, ternyata kamehamehanya guppy ampuh benar yah, tidak hanya disatu negara, tapi beberapa negara.
http://anolaty.blogspot.co.id
Sebuah tim peneliti dari Universitas Nasional dan Jaringan Salid de Laderas di Cali sedang melakukan studi tentang kelayakan menggunakan guppy (Poecilia reticulata) untuk mengontrol nyamuk yang  menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai demam chikungunya. Untuk tujuan ini, para ilmuwan "menggunakan" ikan ini, yang hanya 3 sampai 5 cm, di saluran air, saluran air hujan, danau dari Universitas del Valle, danau Pichincha Batalyon dan waduk air dari desa Villa Carmelo.
Ikan guppy dikumpulkan di anak sungai dari sungai Bolo, di Palmira, dan memberikan pilihan efektif untuk menyerang nyamuk yang menyebabkan chikungunya di Cali. Menurut Jose Ader Gomez, seorang zootechnician, dokter di Ilmu Hewan dan seorang profesor di PBB, teknik ini digunakan untuk pertama kalinya setelah tujuh tahun lalu untuk kontrol biologis Aedes aegypti larva, yang mentransmisikan dengue, DiCYT dilaporkan.
Pada kesempatan ini, tujuannya adalah untuk mengontrol nyamuk yang bertindak sebagai penyebab virus chikungunya dengan ikan ini. Demam Chikungunya adalah penyakit virus yang ditularkan ke manusia oleh nyamuk yang terinfeksi. Selain memproduksi demam dan nyeri sendi yang parah, gejala lainnya adalah nyeri otot, sakit kepala, mual, kelelahan dan ruam.
"Ikan tidak hanya memakan larva, tetapi juga membunuh hama seperti nyamuk umum sehingga penyakit dan timbulnya nyamuk dapat dikendalikan tanpa menggunakan bahan kimia mahal yang membahayakan lingkungan," Ader Gomez menyatakan.
Ilmuwan teringat sebuah film dokumenter disiarkan di Discovery Channel, yang rinci penggunaan ikan ini untuk mengendalikan nyamuk yang menularkan penyakit seperti demam berdarah dan demam kuning. Pokoknya, profesor PBB menjelaskan bahwa langkah-langkah pengendalian seperti penyemprotan tidak boleh diabaikan. "Beberapa jenis larva dan mereka harus difumigasi, sehingga pekerjaan selesai. Kontrol biologis ini membantu mengurangi fumigations ini, yang menghasilkan dampak yang kurang pada lingkungan," ia menjelaskan.
Menteri Kesehatan dari Cali, Harold Suarez, berkomentar bahwa di kota 17.042 kasus chikungunya telah tercatat sejak awal tahun 2015. Dari jumlah itu, 73 persen adalah antara 20 dan 54 pasien tahun. 
Penggunaan ikan untuk melakukan kontrol biologis vektor dan hama telah dilaksanakan di Brazil dan Peru, di antara negara-negara lain.



Jumat, 05 Februari 2016

Menurut Penelitian Ikan Guppy Pemangsa Jentik Nyamuk


https://www.google.co.id

Jika di rumah anda banyak nyamuk dan anda pun sudah bosan dengan rasa gatal gigitan nyamuk, maka anda harus mau memberantas nyamuk mulai dari nyamuk besar dan nyamuk jentik sampai ke akar-akarnya. Nyamuk besar yang pasti bisa anda tepuk pakai tangan anda, bisa disemprot dengan cairan racun nyamuk, bisa diasapi dengan obat nyamuk bakar, bisa ditepak dengan raket listrik, dan lain-lain sebagainya.

Nah, untuk larva nyamuk atau jentik nyamuk (ncu / kecu) saya yakin anda belum tahu banyak, kecuali anda sudah belajar tentang pemberantasan nyamuk seperti yang dilakukan oleh jumantik (juru pemantau jentik) yang ada di sekitar kita. Untuk membunuh jentik kita bisa lakukan dengan menebar racun serbuk abate atau sejenisnya. Selain itu kita bisa lakukan cara alami untuk mengganyang jentik nyamuk yang ada di sekitar kita. Yaitu dengan menebar ikan cere atau ikan gapih di genangan air sekitar kita.

Jika di sekitar tempat tinggal atau rumah kita terdapat genangan air, maka kita bisa pelihara ikan cere atau ikan guppy lokal yang biasa kita temui di dalam comberan, got, selokan, parit, sawah, empang, kali, danau, kubangan, rumpon dan lain-lain sebagainya. Ikan cere adalah ikan yang punya daya tahan tubuh kuat terhadap lingkungan yang keras dan polusi air. Ikan cere juga mudah berkembang biak dan cepat besar serta bisa mencari makan sendiri tanpa perlu kita khawatirkan kehidupannya.

Urusan makan-memakan larva jentik nyamuk, ikan cere memang andal. Hanya ikan cere atau ikan gapi yang ukurannya besar saja yang bisa melahap jentik nyamuk. Dalam satu jam mungkin bisa termakan puluhan jentik ketika perut cere sedang lapar. Dengan begitu kolam ikan, aquarium, bak mandi, toren penampungan air, got, kubangan, sawah, dan lain-lain yang ada di sekitar kita bisa bebas dari jentik nyamuk. Walaupun nyamuk cepat berkembangbiakm ikan cere pun juga bisa dengan cepat memangsa kecu-kecu tersebut. Tak ada jentik, nyamuk pun musnah.



Senin, 01 Februari 2016

Berdasarkan Penelitian Ikan Guppy Dapat Menumpas DBD

5374627f1b24ebfec39ae3dba74f39d9f3b1d13.jpg


Jangan pernah abaikan keberadaan ikan hias guppy atau ikan seribu. Selain murah dan sanggup menelurkan banyak anak, ikan berekor indah ini ternyata doyan mengudap jentik nyamuk. Melihat perpaduan itu, tak aneh rasanya jika peneliti terpikat pada guppy. Peneliti berharap ikan kaya warna dengan bentuk ekor serupa putri duyung itu dapat menumpas demam berdarah dengue (DBD). Bagaimanapun, DBD bukan penyakit ringan. DBD membunuh sekitar 20 ribu orang sedunia secara tahunan, dan tahun ini bahkan menghantui sebagian Asia Tenggara.

"(Penggunaan guppy) merupakan cara yang aman dan murah untuk mengurangi penyebaran demam berdarah sepanjang tahun. Seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dalam proses ini," papar spesialis kesehatan Bank Pembangunan Asia, dr. Gerard Servais, kepada wartawan di Manila, Kamis.

Guppy menawarkan alternatif atas penggunaan bahan kimia. “[Guppy] dapat mengurangi skala aksi tanggap darurat. Yang jelas, guppy telah memikat pemerintah Kamboja dan Laos. Kedua negara itu melakukan studi yang didanai Bank Pembangunan Asia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Proyek berbasis komunitas yang dilakukan di dua distrik di Kamboja dan Laos itu berlangsung sejak 2009 hingga 2011. Hasilnya, pemerintah menemukan populasi jentik nyamuk di tangki air menurun tajam sesudah metode guppy diperkenalkan.

Berdasarkan kajian, memelihara guppy dalam stoples berisi air dan wadah besar lainnya dapat menjadi pengendali biologis yang sukses. Thailand dan Kamboja sudah memulai upaya itu, sebut laporan kajian itu.

DBD menyebabkan gangguan persendian yang parah disertai nyeri otot, sakit kepala, demam tinggi, dan dapat berakibat fatal. Selain rasa sakit pada badan, demam berdarah juga memaksa korban mengeluarkan biaya perawatan yang tak murah. DBD akhirnya berdampak pada pariwisata dan dunia usaha.

Sementara ini, pengobatannya terbatas pada cairan pengganti makanan dan waktu istirahat yang lebih banyak. Kepada The Wall Street Journal, dr Pauline Jean Ubial dari Departemen Kesehatan Filipina menyatakan WHO sedang mempersiapkan vaksin yang mulai tersedia awal tahun mendatang.

Bagaimanapun, guppy tetap memiliki peran yang penting. Kalaupun vaksin sudah tersedia, banyak orang tak sanggup membelinya.

Guppy, yang bernama Latin Poecilia reticulata, merupakan ikan asli Amerika Selatan. Guppy kini juga dapat ditemukan di telaga-telaga Asia. Di beberapa negara, guppy dikembangbiakkan sebagai pakan bagi ikan yang lebih besar. Selain itu, guppy juga dipelihara sebagai ikan hias di kolam atau akuarium.

Panjang guppy dewasa bisa mencapai enam sentimeter. Ikan guppy betina mampu menelurkan 40 hingga 50 bayi, sesudah melewati masa kehamilan selama satu bulan. Guppy berkembang biak sepanjang tahun.

Yang terpenting untuk dicatat, "guppy begitu menyukai jentik nyamuk". Di Kamboja, guppy bisa melahap rata-rata 102 jentik nyamuk per hari. Guppy yang dijual di toko satwa Manila dibanderol 50 sen per ekor.

Menurut Servais, sekitar 2,5 miliar warga sedunia berisiko terjangkit DBD. Lebih dari 70% di antara mereka tinggal di Asia-Pasifik.
image
Guppy awalnya hidup di rawa air payau. Ikan ini berkembang biak dengan cara beranak sehingga pemijahannya tergolong mudah. Induk jantan mempunyai warna yang cerah, tubuh yang ramping, sirip punggung yang lebih panjang, mempunyai gondopodium (berupa tonjolan memanjang di belakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal berupa
sirip panjang. Untuk indukan betina mempunyai tubuh gemuk, warna yang kurang cerah, sirip punggung kecil, sirip perut berupa sirip yang halus.
Selain warna, bentuk dasar ekor ikan guppy juga bervariasi. Guppy dibagi berdasarkan bentuk ekornya yaitu wide tail (ekor lebar), sword tail (ekor panjang), dan short tail (ekor pendek). Tiap varietas mempunyai 4
macam bentuk ekor. Varietas terbaru yaitu Ribbon/Swallow. Ini merupakan varietas baru dari berbagai persilangan menyebabkan mutasi gen merupakan hasil dari kawin silang dari berbagai jenis ikan ini.
Guppy berkembang biak dengan cara beranak. Anak guppy yang baru lahir sudah langsung dapat berenang dengan baik. Hal ini terjadi karena proses pembuahan guppy secara internal yaitu perkawinan terjadi pada saat organ gondopodium yang terletak pada sirip anal dimasukkan ke dalam organ telur betina.
Guppy jantan yang akan mengejar betina siap kawin. Setiap kali perkawinan dapat dijadikan 3 kali kelahiran. Waktu kelahiran berkisar 3 minggu dan seekor betina dapat menghasilkan 60 ekor burayak.
Dengan memahami proses pembuahan sampai dengan kelahiran ikan guppy maka perlu dipakai suatu metode agar perkawinan guppy dengan mudah dapat diatur dan dikendalikan sesuai dengan keinginan kita. Kelemahan dari pembudidayaan guppy adalah ketidaktelitian terutama yang menggunakan sistem kawin masal. Teknik yang digunakan dalam menghasilkan strain guppy yang unggul dalam dengan menghasilkan F4 atau biasa juga disebut dengan sistem line.
Untuk mencari guppy yang bagus biasanya dapat dicari dengan betina yang mempunyai bentuk ekor yang bagus. Sedangkan untuk jantan biasanya dicari warna yang paling cerah juga dominan. Untuk guppy Ribbon, betina Ribbon sangat dominan, sedangkan untuk jantan tetap jantan normal, sehingga untuk mendapatkan guppy Ribbon jantan yang bagus masih diperlukan
jantan normal. Sehingga untuk guppy ini bisa dijual per trio.
- See more at: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/lelaki/2006/07/01/2/Teknik-budidaya-ikan-Guppy#sthash.2PciDltr.dpuf
image
Guppy awalnya hidup di rawa air payau. Ikan ini berkembang biak dengan cara beranak sehingga pemijahannya tergolong mudah. Induk jantan mempunyai warna yang cerah, tubuh yang ramping, sirip punggung yang lebih panjang, mempunyai gondopodium (berupa tonjolan memanjang di belakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal berupa
sirip panjang. Untuk indukan betina mempunyai tubuh gemuk, warna yang kurang cerah, sirip punggung kecil, sirip perut berupa sirip yang halus.
Selain warna, bentuk dasar ekor ikan guppy juga bervariasi. Guppy dibagi berdasarkan bentuk ekornya yaitu wide tail (ekor lebar), sword tail (ekor panjang), dan short tail (ekor pendek). Tiap varietas mempunyai 4
macam bentuk ekor. Varietas terbaru yaitu Ribbon/Swallow. Ini merupakan varietas baru dari berbagai persilangan menyebabkan mutasi gen merupakan hasil dari kawin silang dari berbagai jenis ikan ini.
Guppy berkembang biak dengan cara beranak. Anak guppy yang baru lahir sudah langsung dapat berenang dengan baik. Hal ini terjadi karena proses pembuahan guppy secara internal yaitu perkawinan terjadi pada saat organ gondopodium yang terletak pada sirip anal dimasukkan ke dalam organ telur betina.
Guppy jantan yang akan mengejar betina siap kawin. Setiap kali perkawinan dapat dijadikan 3 kali kelahiran. Waktu kelahiran berkisar 3 minggu dan seekor betina dapat menghasilkan 60 ekor burayak.
Dengan memahami proses pembuahan sampai dengan kelahiran ikan guppy maka perlu dipakai suatu metode agar perkawinan guppy dengan mudah dapat diatur dan dikendalikan sesuai dengan keinginan kita. Kelemahan dari pembudidayaan guppy adalah ketidaktelitian terutama yang menggunakan sistem kawin masal. Teknik yang digunakan dalam menghasilkan strain guppy yang unggul dalam dengan menghasilkan F4 atau biasa juga disebut dengan sistem line.
Untuk mencari guppy yang bagus biasanya dapat dicari dengan betina yang mempunyai bentuk ekor yang bagus. Sedangkan untuk jantan biasanya dicari warna yang paling cerah juga dominan. Untuk guppy Ribbon, betina Ribbon sangat dominan, sedangkan untuk jantan tetap jantan normal, sehingga untuk mendapatkan guppy Ribbon jantan yang bagus masih diperlukan
jantan normal. Sehingga untuk guppy ini bisa dijual per trio.
- See more at: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/lelaki/2006/07/01/2/Teknik-budidaya-ikan-Guppy#sthash.2PciDltr.dpuf
image
Guppy awalnya hidup di rawa air payau. Ikan ini berkembang biak dengan cara beranak sehingga pemijahannya tergolong mudah. Induk jantan mempunyai warna yang cerah, tubuh yang ramping, sirip punggung yang lebih panjang, mempunyai gondopodium (berupa tonjolan memanjang di belakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal berupa
sirip panjang. Untuk indukan betina mempunyai tubuh gemuk, warna yang kurang cerah, sirip punggung kecil, sirip perut berupa sirip yang halus.
Selain warna, bentuk dasar ekor ikan guppy juga bervariasi. Guppy dibagi berdasarkan bentuk ekornya yaitu wide tail (ekor lebar), sword tail (ekor panjang), dan short tail (ekor pendek). Tiap varietas mempunyai 4
macam bentuk ekor. Varietas terbaru yaitu Ribbon/Swallow. Ini merupakan varietas baru dari berbagai persilangan menyebabkan mutasi gen merupakan hasil dari kawin silang dari berbagai jenis ikan ini.
Guppy berkembang biak dengan cara beranak. Anak guppy yang baru lahir sudah langsung dapat berenang dengan baik. Hal ini terjadi karena proses pembuahan guppy secara internal yaitu perkawinan terjadi pada saat organ gondopodium yang terletak pada sirip anal dimasukkan ke dalam organ telur betina.
Guppy jantan yang akan mengejar betina siap kawin. Setiap kali perkawinan dapat dijadikan 3 kali kelahiran. Waktu kelahiran berkisar 3 minggu dan seekor betina dapat menghasilkan 60 ekor burayak.
Dengan memahami proses pembuahan sampai dengan kelahiran ikan guppy maka perlu dipakai suatu metode agar perkawinan guppy dengan mudah dapat diatur dan dikendalikan sesuai dengan keinginan kita. Kelemahan dari pembudidayaan guppy adalah ketidaktelitian terutama yang menggunakan sistem kawin masal. Teknik yang digunakan dalam menghasilkan strain guppy yang unggul dalam dengan menghasilkan F4 atau biasa juga disebut dengan sistem line.
Untuk mencari guppy yang bagus biasanya dapat dicari dengan betina yang mempunyai bentuk ekor yang bagus. Sedangkan untuk jantan biasanya dicari warna yang paling cerah juga dominan. Untuk guppy Ribbon, betina Ribbon sangat dominan, sedangkan untuk jantan tetap jantan normal, sehingga untuk mendapatkan guppy Ribbon jantan yang bagus masih diperlukan
jantan normal. Sehingga untuk guppy ini bisa dijual per trio.
- See more at: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/lelaki/2006/07/01/2/Teknik-budidaya-ikan-Guppy#sthash.2PciDltr.dpuf
image
Guppy awalnya hidup di rawa air payau. Ikan ini berkembang biak dengan cara beranak sehingga pemijahannya tergolong mudah. Induk jantan mempunyai warna yang cerah, tubuh yang ramping, sirip punggung yang lebih panjang, mempunyai gondopodium (berupa tonjolan memanjang di belakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal berupa
sirip panjang. Untuk indukan betina mempunyai tubuh gemuk, warna yang kurang cerah, sirip punggung kecil, sirip perut berupa sirip yang halus.
Selain warna, bentuk dasar ekor ikan guppy juga bervariasi. Guppy dibagi berdasarkan bentuk ekornya yaitu wide tail (ekor lebar), sword tail (ekor panjang), dan short tail (ekor pendek). Tiap varietas mempunyai 4
macam bentuk ekor. Varietas terbaru yaitu Ribbon/Swallow. Ini merupakan varietas baru dari berbagai persilangan menyebabkan mutasi gen merupakan hasil dari kawin silang dari berbagai jenis ikan ini.
Guppy berkembang biak dengan cara beranak. Anak guppy yang baru lahir sudah langsung dapat berenang dengan baik. Hal ini terjadi karena proses pembuahan guppy secara internal yaitu perkawinan terjadi pada saat organ gondopodium yang terletak pada sirip anal dimasukkan ke dalam organ telur betina.
Guppy jantan yang akan mengejar betina siap kawin. Setiap kali perkawinan dapat dijadikan 3 kali kelahiran. Waktu kelahiran berkisar 3 minggu dan seekor betina dapat menghasilkan 60 ekor burayak.
Dengan memahami proses pembuahan sampai dengan kelahiran ikan guppy maka perlu dipakai suatu metode agar perkawinan guppy dengan mudah dapat diatur dan dikendalikan sesuai dengan keinginan kita. Kelemahan dari pembudidayaan guppy adalah ketidaktelitian terutama yang menggunakan sistem kawin masal. Teknik yang digunakan dalam menghasilkan strain guppy yang unggul dalam dengan menghasilkan F4 atau biasa juga disebut dengan sistem line.
Untuk mencari guppy yang bagus biasanya dapat dicari dengan betina yang mempunyai bentuk ekor yang bagus. Sedangkan untuk jantan biasanya dicari warna yang paling cerah juga dominan. Untuk guppy Ribbon, betina Ribbon sangat dominan, sedangkan untuk jantan tetap jantan normal, sehingga untuk mendapatkan guppy Ribbon jantan yang bagus masih diperlukan
jantan normal. Sehingga untuk guppy ini bisa dijual per trio.
- See more at: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/lelaki/2006/07/01/2/Teknik-budidaya-ikan-Guppy#sthash.2PciDltr.dpuf
image
Guppy awalnya hidup di rawa air payau. Ikan ini berkembang biak dengan cara beranak sehingga pemijahannya tergolong mudah. Induk jantan mempunyai warna yang cerah, tubuh yang ramping, sirip punggung yang lebih panjang, mempunyai gondopodium (berupa tonjolan memanjang di belakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal berupa
sirip panjang. Untuk indukan betina mempunyai tubuh gemuk, warna yang kurang cerah, sirip punggung kecil, sirip perut berupa sirip yang halus.
Selain warna, bentuk dasar ekor ikan guppy juga bervariasi. Guppy dibagi berdasarkan bentuk ekornya yaitu wide tail (ekor lebar), sword tail (ekor panjang), dan short tail (ekor pendek). Tiap varietas mempunyai 4
macam bentuk ekor. Varietas terbaru yaitu Ribbon/Swallow. Ini merupakan varietas baru dari berbagai persilangan menyebabkan mutasi gen merupakan hasil dari kawin silang dari berbagai jenis ikan ini.
Guppy berkembang biak dengan cara beranak. Anak guppy yang baru lahir sudah langsung dapat berenang dengan baik. Hal ini terjadi karena proses pembuahan guppy secara internal yaitu perkawinan terjadi pada saat organ gondopodium yang terletak pada sirip anal dimasukkan ke dalam organ telur betina.
Guppy jantan yang akan mengejar betina siap kawin. Setiap kali perkawinan dapat dijadikan 3 kali kelahiran. Waktu kelahiran berkisar 3 minggu dan seekor betina dapat menghasilkan 60 ekor burayak.
Dengan memahami proses pembuahan sampai dengan kelahiran ikan guppy maka perlu dipakai suatu metode agar perkawinan guppy dengan mudah dapat diatur dan dikendalikan sesuai dengan keinginan kita. Kelemahan dari pembudidayaan guppy adalah ketidaktelitian terutama yang menggunakan sistem kawin masal. Teknik yang digunakan dalam menghasilkan strain guppy yang unggul dalam dengan menghasilkan F4 atau biasa juga disebut dengan sistem line.
Untuk mencari guppy yang bagus biasanya dapat dicari dengan betina yang mempunyai bentuk ekor yang bagus. Sedangkan untuk jantan biasanya dicari warna yang paling cerah juga dominan. Untuk guppy Ribbon, betina Ribbon sangat dominan, sedangkan untuk jantan tetap jantan normal, sehingga untuk mendapatkan guppy Ribbon jantan yang bagus masih diperlukan
jantan normal. Sehingga untuk guppy ini bisa dijual per trio.
- See more at: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/lelaki/2006/07/01/2/Teknik-budidaya-ikan-Guppy#sthash.2PciDltr.dpuf



Penelitian Ikan Guppy Yang Mampu Memakan Larva Nyamuk

https://www.google.co.id

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu penyakit menular yang sering menimbulkan wabah dan menyebabkan kematian. Untuk mengontrol kepadatan nyamuk,kita dapat melakukan 3 cara program pengendalian vektor, antara lain: pengendalian kimiawi, pengendalian biologi dan pengendalian fisik. Salah satu cara pengendalian vektor secara biologis adalah penggunaan ikan sebagai pemakan jentik. 
 
Telah dilakukan penelitian tentang kemampuan ikan Poecilia reticulata dalam memakan larva nyamuk Aedes aegypti dengan perlakuan ikan P. reticulata berjenis kelamin jantan dengan ukuran tubuh < 2 cm dan >= 2cm dan betina dengan ukuran tubuh < 3,5 cm dan >=3,5 cm. Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium dengan metode eksperimen semu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata larva nyamuk Ae. aegypti yang dimakan ikan P. reticulata selama 24 jam pada kelompok perlakuan yaitu sebanyak 14,30 ekor untuk jantan yang berukuran < 2 cm, sebanyak 51,29 ekor untuk jantan yang berukuran >=2 cm, sebanyak 90,41 ekor untuk betina yang berukuran < 3,5 cm, dan sebanyak 101,47 ekor untuk betina yang berukuran >= 3,5 cm. Suhu air selama penelitian berkisar antara 20,5 o C - 24 o C, air dalam keadaan jernih, kadar oksigen yang terlarut dalam air sebanyak 4,69 mg/l, pH air netral, dan tingkat kesadahan air sebesar 174,72 mg/l air. 
 
https://www.google.co.id
Pada analisis bivariat secara deskriptif, ada indikasi bahwa semakin panjang ukuran tubuh ikan P. reticulata maka akan semakin banyak kemampuannya memakan larva nyamuk Ae. aegypti. Pada analisis varians didapatkan hasil bahwa ikan P. reticulata dengan panjang tubuh < 2 cm dan >= 2 cm mempunyai perbedaan yang signifikan dengan panjang tubuh < 2 cm dengan < 3,5 cm; < 2 cm dengan >= 3,5 cm; >= 2 cm dengan < 3,5 cm dan >= 2 cm dengan >= 3,5 cm dalam kemampuannya memakan larva nyamuk Ae. aegypti, sedangkan yang panjang tubuhnya < 3,5 cm dan >=3,5 cm tidak mempunyai perbedaan yang signifikan satu dengan yang lainnya. Pada uji t-test didapatkan hasil bahwa rata-rata kemampuan ikan P.reticulata yang berjenis kelamin jantan dan betina dalam memakan larva nyamuk Ae.aegypti benar-benar berbeda. Disarankan kepada pemerintah untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang ikan P. reticulata yang bermanfaat dalam pengendalian vektor penyakit demam berdarah, dan perlu adanya pemberdayaan masyarakat tentang penggunaan ikan P. reticulata sebagai pengendali larva nyamuk Ae. aegypti di pemukiman.