Tampilkan postingan dengan label pelihara ikan guppy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelihara ikan guppy. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Maret 2016

Air Yang Bersih Sangat Mendukung Pertumbuhan Ikan Guppy

Guppy (Poecilia reticulata) berasal dari Trinidad, Barbados, Guyana, Brasil, dan Asia Tenggara. Ikan yang bersifat omnivore ini menghendaki suhu optimal untuk pemeliharaan sekitar 25-28° C dengan pH sekitar 7,0 dan kekerasan 20° dH. Panjang tubuh maksimal sekitar 5-6 cm. Sirip-sirip ikan ini berwarna-warni sangat cantik dan menarik. Berbagai warna seperti merah, kuning, hijau, biru, maupun kombinasi warna sudah beredar di pasaran. Bentuk ekornya pun menarik, misalnya mirip kipas, membulat, ataupun melebar. Pada jantan, sirip ekor tampil sangat menarik karena lebar dan berwarna kontras.
http://benihikan.net/wp-content
Perkembangbiakan guppy tidak sulit asalkan airnya bersih dan tidak terlalu padat. Pada air yang kekerasannya kurang, guppy masih bisa berkembangbiak. Namun, agar kualitas ikan lebih bagus, baik warna maupun bentuk ekor, sebaiknya kualitas airnya sesuai dengan persyaratan hidupnya.Untuk membedakan induk betina dan jantan tidak sulit. Warna tubuh jantan jauh lebih bagus dibanding betina. Sirip-sirip pada jantan lebih panjang dan lebih lebar. Pemijahan ini dilakukan secara masal dengan perbandingan jantan betina 1 : 4. Dalam wadah diberi tanaman air seperti hidrilla (ganggang) sebagai tempat persembunyian anak ikan. Anak ikan dapat diambil setiap pagi bila tampak banyak.
Menurut para pakar, dalam sekali berhubungan, sperma induk jantan dapat bertahan dalam tubuh induk betina hingga enam bulan. Ini berarti selama enam bulan induk betina masih dapat melahirkan anak walaupun tidak dikawini induk jantan.
Pakan terbaik untuk guppy adalah pakan alami walaupun dapat juga diberi sedikit pakan pelet. Oleh karena yang laku di pasaran adalah jantan maka pemeliharaannya sebaiknya dipisahkan antera jantan dan betina sejak berumur 3-4 minggu. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya pemeliharaan. Betina yang dipelihara cukup dipilih yang kondisinya baik untuk dijadikan calon induk. Sementara betina lainnya dapat digunakan sebagai pakan ikan hias lain seperti Oskar. Untuk membedakan jantan dari betina dapat dilihat dari sirip yang lebih panjang dan warna yang lebih tajam atau cerah adalah jantan.
Saat ini sudah ada teknologi jantanisasi, yaitu semua anakan menjadi jantan. Teknik ini menggunakan hormon metil testosteron yang memang efektif. Hanya saja jantan hasil perlakuan hormon ini tidak sanggup memberikan sperma atau membuahi betina. Oleh karena itu, penggunaan teknologi ini pun harus diikuti dengan manajemen induk yang baik agar tidak kehabisan induk betina dan jantan produktif. Ukuran jual ikan mulai dari 2,0 cm yang sudah bisa dicapai pada umur 3,5 bulan.



Sangat Mudah Membedakan Guppy Liar Dan Guppy Peliharaan

Ikan Guppy ini sangat mudah menyesuaikan diri dan melahirkan dalam jumlah yang banyak. Sehingga populasinya yang liarpun memenuhi parit parit dan selokan di Indonesia.

Nah, berdasarkan pengalaman saya pribadi sangat mudah sekali membedakan Guppy liar dan peliharaan.

1. Spot / Bintik
http://4.bp.blogspot.com

Nah, disini lah perbedaan yang dimiliki pada Guppy liar. Guppy liar rata rata memiliki spot/bintik pada tubuhnya. Coba saja perhatikan Guppy peliharaan, adakah kamu menemukan spot/bintik itu ???

2. Warna ekor yang semu

Ya, Guppy liar memiliki ekor yang tidak menarik . Sangat berbeda dengan Guppy peliharaan.

Ya.. Gitu saja perbedaan ikan Guppy liar dan Guppy peliharaan.
http://1.bp.blogspot.com
Nah,gambar diatas ini baru Guppy peliharaan. Bagus kan??

Semoga berguna :)



Beberapa Persiapan Pemeliharaan Ikan Guppy Tanpa Aerator

Dibawah ini adalah persiapan memelihara ikan hias guppy tanpa aerator:

1. Siapkan tempat atau aquarium atau wadah untuk ikan hias guppy. Kalau saya untuk aquarium memakai ukuran 30x25x25 dan juga memakai box makanan yang berukuran 28x20x15 menurut saya sudah cukup,saya juga memakai toples seperti gambar dibawah ini

http://3.bp.blogspot.com
Toples seperti ini saya gunakan untuk mengawinkan ikan hias guppy 1 sampai 2 pasang saja.
 
2. Siapkan air ( kalau saya memakai air tanah/sumur) dan masukan air tersebut ke wadah yang kalian punya. Air tersebut harus di endapkan minimal 1-2 hari sebelum ikan guppy dimasukan ke air tersebut.Jangan pernah memasukan guppy kedalam air yang baru diambil karena bisa membuat mati guppy.

3. Masukkan garam kristal atau garam ikan kedalam air sedikit atau secukupnya saja jangan banyak-banyak nanti keasinan jadi air laut.kalau belum tahu garam ikan coba tanya ke kios penjual ikan hias biasanya mereka menjual garam ikan.

4. Setelah 1-2 hari air yang telah diendapkan silahkan masukan ikan guppy tersebut amati biasanya ikan guppy akan berenang diatas permukaan air,kalau saya itu hal biasa karena ikan akan menyesuaikan diri ditempat dan air yang baru.
Sampai disini saja nanti dilanjut lagi tentang perawatannya agar guppy tetap hidup tanpa aerator.



Pelihara Ikan Guppy Tanpa Aerator-pun Tidak Masalah Kok

Ikan guppy, siapa sih yang tidak tahu dengan ikan hias yang satu ini,ikan yang penuh dengan berbagai corak dan warna. Bagi yang tidak mengenal ikan hias guppy menganggap ikan guppy hanya ikan yang hidup di got dan tidak ada harganya,tapi ini yang tidak mengenal ikan hias guppy tapi bagi yang mengenalnya ikan hias ini sangatlah berharga.Harga dari ikan hias guppy mulai dari ribuan sampai ratusan ribu,harga yang sangat mahal  yah,masihkah kita menganggap ikan hias ini hanya ikan yang hidup digot ????

Sekarang lanjut sesuai judul diatas,sebagian orang masih menganggap memelihara ikan guppy memerlukan aerator atau gelembung udara agar ikan hias guppy dapat hidup dan apabila tanpa aerator ikan guppy akan mati,tapi itu salah ikan guppy dapat hidup tanpa aerator,ah masa bisa hidup emang ente pelihara guppy tanpa aerator ? Iya saya pelihara guppy tanpa aerator, saya tempatkan ikan guppy di aquarium dan kolam untuk pengembang biakkannya. Untuk di aquarium saya tempatkan tanpa kena air hujan, kenapa tidak kena air hujan ? Kalau kena air hujan aquarium saya pasti kebanjiran ikan pasti terbawa air hujan tersebut itu saja alasannya hahahaha…. tapi kalau di kolam saya tempatkan diluar yang terkena air hujan dan ikan guppy saya tetap hidup.

http://2.bp.blogspot.com

http://3.bp.blogspot.com
Jadi tidak masalah memelihara ikan guppy tanpa aerator atau pakai aerator, tidak akan membuat mati ikan guppy.
http://4.bp.blogspot.com
http://4.bp.blogspot.com

http://1.bp.blogspot.com
Sampai disini,sampai ketemu diposting berikutnya persiapan memelihara guppy tanpa aerator.



Senin, 29 Februari 2016

Guppy Lovers Harus Pandai Memilih Indukan Guppy

http://3.bp.blogspot.com
Bibit ikan guppy bisa dibeli sehingga kita cuma fokus pembesaran ikan guppy tersebut, tapi kita juga bisa memulai proses dari pembibitan sendiri,  sehingga kita tidak terlalu menghabiskan modal terlalu banyak untuk membeli bibit. Untuk melakukan proses pembibitan sendiri  kita harus memiliki induk ikan guppy jantan dan betina yang pastinya berkualitas.
Untuk ciri-ciri induk ikan jantan yang berkualitas kita bisa mengetahui dari bentuk tubuh  benjolaan pada bagian belakan sirip, warna cerah, mempunyai kepala yang agak besar, sirip ramping dan mempunyai tubuh yang ramping.

Untuk Induk Betina memiliki ciri-ciri antara lain mempunyai benjolan pada bagian belakang sirip, bentuk tubuh agak gemuk, warna kurang cerah, kepala agak runcing.



Itulah artikel cara memilih induk ikan berkualitas yang bisa saya bahas saat ini.



6 Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Memelihara Ikan Guppy

Bagi kamu yang suka pelihara ikan hias pasti tidak asing lagi dengan yang namanya ikan Guppy. Ikan ini sangat populer di seluruh dunia karena keindahan warna dan ragam jenisnya. Ikan ini mudah dipelihra walaupun terkadang kita juga menemukan ikan kita mati kan? Di sini saya akan berbagi pengalaman cara memelihara ikan guppy. Tentunya versi saya ya...

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ikan guppy :
1. Kondisi air harus diperhatikan. Semakin kecil wadah pemeliharaan semakin sering air perlu diganti. Penggantian air tidak boleh seluruhnya! Cukup 20% saja setiap minggu atau jika air sudah kelihatan keruh dan berbusa. Air berbusa menandakan kadar amoniak dalam air sudah melebihi batas aman untuk pemeliharaan guppy.
2. Aerator perlu digunakan untuk menjaga kadar oksigen terlarut dalam air. Tetapi bisa saja tidak digunakan asal banyak tersedia tanaman air atau penggantian air yang sering.
3. Jangan menggunakan air tanpa diendapkan atau dituakan terlebih dahulu minimal 3 hari atau malah sampai 1 minggu. Bisa diaerasikan untuk lebih menjamin kwalitas air endapan.
4. Jika kamu memelihara ikan guppy strain murni, guppy jangan dicampur dengan jenis strain yang lain karena sekali saja guppy antar strain kawin maka ikan guppy akan menghasilkan anakan campuran sampai beberapa kali beranak. Kecuali jika kamu memang ingin mengawinkan silang guppy tersebut.
5. Jangan mencampur ikan guppy dengan ikan hias yang suka jahil gigitin ekor guppy.
6. Jika ada indukan guppy betina yang hamil pisahkan ke dalam aquarium atau tempat soliter. Kalau sudah selesai beranak segera angkat induk guppy agar tidak memangsa anaknya.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ikan guppy. Mudah-mudahan kamu sukses deh memelihara dan membiakkan ikan guppy, Salam guppy!
Bagi kamu yang suka pelihara ikan hias pasti tidak asing lagi dengan yang namanya ikan Guppy. Ikan ini sangat populer di seluruh dunia karena keindahan warna dan ragam jenisnya. Ikan ini mudah dipelihara walaupun terkadang kita juga menemukan ikan kita mati kan? Di sini saya akan berbagi pengalaman cara memelihara ikan guppy. Tentunya versi saya ya...
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ikan guppy :
Kondisi air harus diperhatikan. Semakin kecil wadah pemeliharaan semakin sering air perlu diganti. Penggantian air tidak boleh seluruhnya! Cukup 20% saja setiap minggu atau jika air sudah kelihatan keruh dan berbusa.



Memberi Makan Ikan Guppy Harus Disesuaikan Ukuran Mulutnya

Guppy (Poecilia reticulata) berasal dari Trinidad, Barbados, Guyana, Brasil, dan Asia Tenggara. Ikan yang bersifat omnivore ini menghendaki suhu optimal untuk pemeliharaan sekitar 25-28° C dengan pH sekitar 7,0 dan kekerasan 20° dH. Panjang tubuh maksimal sekitar 5-6 cm.

Sirip-sirip ikan ini berwarna-warni sangat cantik dan menarik. Berbagai warna seperti merah, kuning, hijau, biru, maupun kombinasi warna sudah beredar di pasaran. Bentuk ekornya pun menarik, misalnya mirip kipas, membulat, ataupun melebar. Pada jantan, sirip ekor tampil sangat menarik karena lebar dan berwarna kontras.
 
http://hotsnapshot.blogspot.co.id

Cara Merawat Guppy: 
  • Air dalam aquarium sebaiknya diganti 3 atau 4 minggu sekali atau tergantung kekeruhan air. Jaga kondisi suhu air stabil antara 15-27 derajat Celsius.
  • Aquarium sebaiknya cukup oksigen. Sebaiknya sediakan Air Pump (aerator) untuk menyemburkan gelembung air agar oksigen dalam aquarium terjaga.
  • Untuk makanan, sebaiknya diberikan dua kali sehari dan jangan terlalu sering ataupun terlalu banyak. Makanan bisa dari jenis makanan alami seperti jentik–jentik, cacing ataupun lumut. Namun potong makanan menjadi kecil kecil agar bias masuk ke mulut guppy. Ataupun bisa juga diberi makanan ikan yang dijual ditoko-toko ikan.



Minggu, 28 Februari 2016

Sebaiknya Sediakan Dua Tangki Selama Proses Membiakkan Ikan Guppy

red-albino-guppies-3.jpg
http://www.emuspots.com
Tips dan panduan dalam guppies peternakan.
Ada dua tujuan dari pembiakan bahwa pecinta Guppy memilih untuk melakukan, pembiakan selektif yang tujuannya adalah untuk menghasilkan ikan yang sehat berwarna-warni. Atau yang sebagian besar penggemar bercita-cita untuk lakukan adalah untuk berkembang biak untuk meningkatkan jumlah ikan, atau hanya karena begitu bermanfaat. Tapi itu adalah pilihan Anda untuk memilih.

 
Tangki peternakan
Dianjurkan agar Anda memiliki dua tangki satu tangki pemeliharaan, tujuan itu adalah untuk menjaga jantan dan betina di antara betina sehingga mereka dapat kawin lagi. Tangki lainnya akan menjadi tangki pemeliharaan untuk meningkatkan bayi guppy sampai mereka seperempat dari ukuran dewasa mereka, kemudian ketika mereka mencapai ukuran ini mereka dapat dimasukkan ke dalam tangki masyarakat dengan ikan dewasa. Tangki pemeliharaan  harus 25L (5 galon atau lebih) tetapi sebaiknya lebih besar.
http://www.emuspots.com



Selasa, 23 Februari 2016

Pilihlah Indukan Dengan Warna Cantik Untuk Dapat Anakan Yang Bagus

http://edypk.blogspot.co.id
Memelihara ikan Guppy sangat mudah dan para pemula pasti bisa melakukannya
TEKNIK PEMIJAHAN
 
Pemilihan induk. Pilihlah induk yang berukuran relatif besar, bentuk tubuh yang mengembung serta mempunyai warna yang indah.
 
Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasang-sepasang.
 
Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir, anak-anak ikan harus cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh induknya.

PERAWATAN BENIH 
Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 ~ 5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan.
 
Setelah mencapai ukuran medium (2 ~ 3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 ~ 7 cm) dapat diberi makanan cuk.
 
Disamping makanan alami dapat pula diberi makanan tambahan berupa cacing kering, agar-agar dll.
Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari, hendaknya jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan pembusukan yang dapat meerusak kualitas air.
 
Pergantian air. Air dalam bak atau aquarium jangan sampai kotor/keruh, karena dapat menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran dapat dibersihkan setiap 2 ~ 3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuang pada waktu penyiphonan sebanyak 10 ~20% dapat diganti dengan air yang baru.



Kondisi Air Dan Pakan Guppy Haruslah Menjadi Perhatian Utama


http://edypk.blogspot.co.id
Ikan hias cukup dikenal oleh masyarakat sebagai hiasan aquarium. Perkembangan ikan hias di Indonesia mengalami kemajuan yang terus meningkat, terutama ikan hias air tawar asli Indonesia. Dari sekian banyak jenis ikan hias, tidak semuanya telah dapat dibudidayakan. Dalam menternakkan ikan hias harus diperhatikan bahwa masing-masing jenis mempunyai sifat dan kebiasaan hidup yang berbeda-beda, misalnya dalam cara pemijahan, bertelur ataupun menyusun sarangnya.Ikan Guppy

Cara perkembangbiakkan ikan hias ada beberapa macam:
Ikan-ikan hias yang beranak.
Ikan-ikan hias yang bertelur berserakan.
Ikan-ikan hias yang meletakkan telurnya pada suatu subtrat.
Ikan-ikan hias yang menetaskan telurnya dalam sarang busa.
Ikan-ikan yang mengeramkan telurnya di dalam mulut.

Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai cara-cara pemeliharaan ikan hias yang beranak (live bearer), misalnya Ikan Guppy (Poecilia reticulata Guppy)


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
CIRI-CIRI INDUK JANTAN DAN BETINA

Induk Jantan
  • Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yang panjang.
  • Tubuhnya ramping.
  • Warnanya lebih cerah.
  • Sirip punggung lebih panjang.
  • Kepalanya besar.

Induk Betina
  • Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
  • Tubuhnya gemuk
  • Warnanya kurang cerah.
  • Sirip punggung biasa.
  • Kepalanya agak runcing.
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMELIHARAAN
 
  • Air yang diperlukan adalah ari yang cukup mengandung Oksigen (O2) dan jernih.
  • Suhu air berkisar antara 15 ~ 27°C.
  • pH yang disukai agak sedikit alkalis, yaitu berkisar 7 ~ 8.
  • Makanan yang diberikan dapat berupa makanan alami (cuk, cacing, kutu air) dan makanan buatan, diberikan secukupnya.



Minggu, 21 Februari 2016

Banyak Yang Beranggapan Salah Tentang Cara Melahirkan Ikan Guppy

Guppy adalah sebuah ikan dari jenis livebearer (mengandung dan melahirkan anak)...
Kebanyakan orang mengetahui bahwa ikan adalah hewan yang mayoritas bertelur, tetapi ada beberapa spesies ikan yang langsung melahirkan anak, seperti ikan paus...Tetapi berbeda dengan ikan paus, sebenarnya ikan guppy adalah ikan dengan sistem peranakan ovovivipar (bertelur dan melahirkan anak), jadi induk betina ikan guppy menetaskan telurnya di dalam perut, apabila sudah siap untuk dilahirkan, maka anak-anak ikan guppy tersebut akan keluar melalui lobang anus sang induk betina...
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsjQgqEL0yqCwUgkemU8y3U7zJGlLslNL5itAsMNTjOGMwDiSSoZoLHfeC7B4AEvThCebqJ04yXEJWADTcXgP6Y1Lfld15NZwpwtlPVTqSxkKc7B4rCXp4iXJo4ARtyrVNaZr5qvNcJVa5/s1600/Blonde1.jpg
http://4.bp.blogspot.com
Kalau kita bicara soal guppy, kebanyakan orang mengetahui bahwa guppy adalah ikan yang hidup pada air tawar, padahal sebenarnya ikan guppy merupakan ikan yang hidup di air payau. Ikan guppy merupakan ikan yang cantik dengan berbagai macam jenis dan bentuk tubuh, terdapat berbagai macam jenis ikan guppy.

Untuk memelihara ikan guppy bisa di bilang gampang-gampang susah, ikan guppy adalah ikan yang suka hidup di air yang tenang, maka dari itu penggunaan filter untuk arus air sangat penting untuk diperhatikan. Untuk memelihara ikan guppy kita dapat memanfaatkan aerator dan filter2an...Ikan guppy cukup mudah untuk dipelihara, memang berbagai peralatan yang menunjang kehidupan ikan guppy seperti heater, aerator, filter, dsb. Tetapi cukup hanya dengan meletakkan tanaman air dalam tempat pemeliharaan ikan guppy, dan melakukan penggantian air secara rutin, ikan guppy dapat hidup dengan sehat dan berkembang biak.



Meskipun Pernah Gagal, Pecinta Guppy Ini Terus Mencoba Beternak Guppy

Meski ukuran ikannya imut, tetapi aku suka banget dengan yang namanya Guppy. Terbiasa memanggilnya dengan Ikan Kipas, karena ekornya yang mirip kipas :D.

Dulu sempat beternak ikan Guppy, wuiiihh..banyak banget anaknya dan mulai besar. Tapi ada satu peristiwa. Saat aku mengganti airnya dan memasukkan sebuah karang yang cukup besar, besoknya aku melihat semua ikan Guppy sudah melayang di permukaan akuarium alias mati kedinginan. Sedih banget secara anak-anak ikannya sudah besar dan sepertinya aku "berjodoh" jika mengurus Guppy ini sampai bisa bertelur.
My Guppy
http://2.bp.blogspot.com

Sepulangnya dari Gramedia, adikku dan aku membeli ikan guppy di daerah Karapitan. Ceritanya aku ingin beternak Guppy lagi. Beli akuariumnya yang berbentuk cumi dan pasirnya sengaja dipilih yang warna pink huahaha..biar tambah imut ikannya :D. Saat ngobrol dengan tukang jualannya, katanya Guppy dikasih makan cacing. Iiihhh...aku kan orangnya penggeli dan jijik-an, jadinya lebih memilih cacing kering atau pelet untuk makanan ikannya. Yup..sekarang aku jadi peternak Guppy lagi deh huehehe.

Saking sukanya dengan Guppy, sampai-sampai men-download game Insaniquarium di ponsel lewat wap.getjar.com, setelah sebelumnya puas banget main versi PC-nya dari www.popcap.com. Saat bermain game-nya, serasa punya akuarium sendiri, ngasih makannya, seru deh ;).
Ikan Guppy Diharapkan Mampu Menjadi Diversifikasi Umpan Ikan Cakalang proses aklimatisasi ikan Guppy Siapa yang tidak tahu ikan Guppy, ikan cantik yang penuh warna. Di mata kita ikan ini sering dijadikan sebagai ikan hias. Tetapi berbeda halnya di mata seorang mahasiswa IPB, Muhammad Zainuddin Lubis. Bersama dengan Dr. Ir. Sri Pujiyati, M.Si ternyata ikan Guppy ini bernilai lebih dari sekedar ikan hias. Dengan menggunakan sebuah alat yang disebut Hydrophone, mereka mengamati karakteristik suara stridulatory gerak ikan Guppy dan mampu menganalisis suara pergerakkan ikan tersebut. “Melalui penelitian ini, kami akan menguji ikan Guppy ini apakah bisa dijadikan sebagai diversifikasi umpan pada ikan Cakalang. Hal ini dimaksudkan agar biaya produksi untuk umpan Cakalang dapat diturunkan bagi para nelayan” ujar Zainuddin. Menurut hasil penelitiannya, ikan Guppy, yang diperlakukan sedemikian rupa dengan menambahkan kadar garam pada lingkungan terkontrol setiap harinya (aklimatisasi), mampu bertahan hidup hingga salinitas lingkungan mencapai 30 ppm dengan nilai intensitas suara -48 dB dan frekuensi 0 sampai 19,6 kHz. Penambahan kadar garam tersebut dilakukan selama 14 hari. Selama itulah ikan Guppy akan melakukan proses penyesuaian fisiologis atau upaya adaptasi terhadap lingkungannya yang baru. Dari 65 ekor ikan Guppy yang digunakan, hanya 10 ekor ikan yang mati hingga hari ke-14 selama proses aklimatisasi. Hal ini cukup membuktikan bahwa ikan Guppy dapat bertahan dalam salinitas yang tinggi, walaupun secara hakikatnya ikan Guppy hidup di air tawar yang kadar salinitasnya sangat rendah bahkan mencapai 0 ppm. Melihat hasil penelitian tersebut, Zainuddin merekomendasikan ikan Guppy untuk dijadikan sebagai diversifikasi umpan ikan Cakalang. Namun demikian, hal ini perlu dilakukan penelitian lanjutan yang dapat memperkuat rekomendasi tersebut. Zainuddin merupakan orang pertama di Indonesia yang melakukan penelitian mengenai karakteristik suara stridulatory gerak ikan Guppy. Sehingga penelitiannya masih perlu diperkuat dengan berbagai penelitian lanjutan. “Metode yang sama perlu dilakukan namun dengan salinitas yang lebih tinggi dan dengan ukuran ikan yang berbeda. Hal ini untuk membuktikan bahwa ikan Guppy benar-benar dapat dijadikan sebagai diversifikasi umpan ikan Cakalang.” ungkapnya.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rudypamungkas/ikan-guppy-diharapkan-mampu-menjadi-diversifikasi-umpan-ikan-cakalang_54f7d08da33311c27b8b4e16


Awalnya Pelihara Ikan Mas Koki Akhirnya Beternak Ikan Guppy


http://4.bp.blogspot.com
Poecilia Reticulata atau yang lebih dikenal dengan nama Guppy, pastinya sudah dikenal oleh banyak orang. Apalagi yang suka dengan ikan.
 
Waktu kecil (sekitar tahun 1980-1990), guppy yang saya kenal adalah guppy biasa. Dengan warna kombinasi merah, hijau, biru dan kuning. body dan ekornya ada corak. Dulu disebut guppy batik. Ada juga yang polos dengan kombinasi merah dan hitam. Waktu itu saya lebih memilih piara ikan mas koki daripada guppy. Sempat piara koi, sisik mutiara dan ranchu. Bahkan sampai bertelur dan beranak. Karena pindah rumah, dan lahan yang terbatas, koi tidak dipelihara lagi. Sisik mutiara dan ranchu juga tinggal beberapa.
Tahun 2010, waktu di pasar ikan dengan teman. Dia ngajak saya melihat ikan guppy. Dia tertarik dan membeli beberapa pasang yang warna merah, biru dan hitam polos. Dari sana, rutinitas berlanjut. Setiap sabtu malam selalu ke pasar ikan. Saya melihat ikan koki. Teman mencari guppy. Lama-lama, mulai tertarik juga, terus coba beli sepasang yang warnanya hitam polos. Bawa pulang, piara. Cuma dalam waktu beberapa bulan sudah beranak dan bertambah banyak. Tapi waktu itu cuma piara di bak semen ukuran 100x50 tinggi sekitar 50cm. Cuma dikasih tanaman air, dibiarkan beranak, tanpa seleksi.
Awal 2011 sempat ngga terawat ikannya. Banyak yang mati. Kegiatan berkunjung ke pasar ikan juga sempat berhenti. Teman juga sudah merasa jenuh. Jenis guppy yang dijual disana cuma itu-itu saja. Ditambah lagi dia juga sibuk dengan kerjaannya. Tapi, justru saya yang mulai suka dengan guppy. Mulai buat akuarium dan raknya. Beli aerotor, selang, stop kran, mini filter dan perlengkapan lainnya. Berhubung sudah ngga ada lagi jenis baru di pasar ikan, mulailah pencarian di internet. Akhirnya ketemu dan koleksi ikan yang di rumahpun berganti. Akuarium dan rak juga semakin bertambah.
Awalnya guppy piara di samping rumah. Kalau siang kena matahari. Dan akuariumnya cepat sekali berlumut. Guppy juga sering mati. Kebetulan garasi juga lagi kosong, akhirnya akuarium, rak dan guppynya bisa parkir di sana. Walau masih ada sedikit sinar matahari yang masuk, tapi ikannya sudah jarang mati. Dan semakin lama semakin bertambah jumlah dan jenisnya.
2012 jenis guppy yang dimiliki sudah ada sekitar 20. Sebelumnya sih sudah mulai coba crossbreed, tapi masih asal-asalan. Coba-coba mencampur 2 jenis yang berbeda. Masih belum tahu caranya agar bisa stabil dan keturunannya semakin bagus. Setelah baca, tanya dan mencoba, semakin lama semakin tertarik dengan crossbreed. Rak dan akuarium akhirnya juga semakin bertambah. Sampai dengan awal 2013, rak sudah ada 9 dan akuarium sekitar 180 biji. Jenis guppy yang ada sudah sekitar 30, termasuk beberapa hasil silangan yang sudah stabil.
Semakin hari, rasanya semakin semangat piara guppy. Apalagi kalau sudah melihat hasil silangan yang jadinya bagus. Meskipun seminggu 2 kali harus menghabiskan waktu sekitar 5 jam untuk sifon. Belum lagi tiap hari perlu waktu 30-60 menit untuk memberi makan, seleksi atau cuma sekedar melihat perkembangan ikan. Semua itu rasanya tidak melelahkan. Toh sambil sifon bisa melihat ikannya.
 
Malahan ada rencana untuk menambah rak dan akuarium lagi. Targetnya untuk tahun ini bisa sampai 300 akuarium.



Sabtu, 20 Februari 2016

Guppy Lovers, Mudah Banget Deh Cara Merawat Ikan Guppy

Merawat dan memelihara guppy cukup mudah. Satu hal yang sangat penting adalah kualitas air, dan ini berlaku juga dalam memelihara ikan hias jenis lainnya. Kualitas air menentukan kesehatan, umur, bukaan ekor, pertumbuhan dan kualitas warna. Berbagai sumber mengatakan, guppy yang dipelihara di air yang ber-pH rendah atau pH dibawah 7, pertumbuhannya akan lambat dan bukaan ekor tidak maksimal. Sedangkan pada ph 7,5-8, nafsu makan guppy bertambah dan pertumbuhan ekornya akan maksimal. Namun perlu diperhatikan, jika pH sangat ekstrem yaitu 5 atau 9, guppy akan mati. Guppy sebagai ikan hias tropis, dapat hidup dengan baik pada suhu sekitar 25-28°C, bahkan guppy masih mampu hidup pada suhu kisaran 32°C.

https://www.google.co.id

Selain kualitas air, faktor berikutnya yang harus diperhatikan dalam budidaya guppy adalah faktor makanan dan perkawinan silang antar guppy. Pakan terbaik untuk guppy adalah pakan alami seperti kutu air, jentik nyamuk, cacing sutera atau cacing beku. Pakan buatan juga dapat diberikan sebagai pakan tambahan. Untuk perkawinan silang, banyak peternak guppy yang mengalami kegagalan, sehingga guppy yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar atau penilaian kontes. Untuk mengatasinya, kita perlu mempelajari cara mengawinsilangkan guppy yang baik.



Cara Tepat Dalam Memilih Bibit Ikan Guppy

Ikan guppy atau yang di sebut dengan poecilia reticulate adalah jenis ikan yang mudah membiak. Ikan ini memiliki habitat asli pada air tenang seperti danau dan ikan ini dapat hidup bertahan pada air payau dengan kadar garam yang sangat tinggi. Ikan guppy berasal dari Amerika tengah dan Amerika selatan namun pada perairan di Indonesia yaitu pada bagian air tawar ikan guppy mudah di temukan. Ikan ini banyak di gemari karena memiliki bentuk fisik yang sangat cantik dan menarik sehingga ikan guppy di jadikan sebagai ikan hias. Pemeliharaan ikan guppy dapat di lakukan dengan mudah dan dapat di rawat dengan menggunakan perlengkapan yang sederhana. Bagi anda yang ingin melakukan budidaya ikan guppy maka anda dapat melihat panduan di bawah ini.

http://1.bp.blogspot.com
 
Pada pemilihan bibit ini merupakan hal yang sangat penting pada budidaya ikan guppy. Untuk dapat membedakan mana ikan jantan dan ikan betina maka dapat di lihat langsung berdasarkan fisiknya. Untuk ikan guppy betina mempunyai bentuk fisik yang lebih bulat dan mempunyai warna yang lebih kusam kemudian bagian siripnya tidak menjumbai. Kemudian untuk ikan guppy jantan mempunyai bentuk tubuh yang langsing dan mempunyai warna lebih terang dan kontras kemudian mempunyai sirip indah yang menjumbai. Jika di bedakan demikian maka ukuran tubuh ikan betina lebih besar di banding dengan tubuh ikan jantan.



Tips Pintar Budidaya Ikan Guppy Yang Harus Diketahui Pecinta Guppy

https://www.google.co.id
Pemeliharaan Induk
Calon induk ikan gapi dapat diperoleh setelah ikan berumur 4 bulan. Untuk menyetarakan perkawinan masa pemeliharaan induk dilakukan di wadah terpisah. Makanan yang diberikan berupa larva Chironomus (chu merah) dan Daphnia (kutu air), yang diberikan dua kali sehari. Pergantian air dilakukan 2-3 hari sekali sebanyak 20-30% volume wadah pemeliharaan.
 
Pemijahan
Ikan gapi dapat dikawinkan baik secara berpasangan maupun secara massal dengan perbandingan antara induk jantan dan betina 1:1. karena perkawinan ikan gapi secara massal belum tentu terjadi semua pada hari pertama setelah dicampurkan, maka biasanya lama pencampuran 4-7 hari. Pada umumnya selama waktu tersebut ikan gapi sudah kawin sehingga ikan betina dapat dipisahkan dari induk jantannya agar tidak terganggu oleh induk jantan. Induk betina yang sudah kawin tersebut dipelihara diwadah akuarium berukuran  cm atau di bak yang diberi aerasi.
Setelah dua minggu dari waktu pemisahan induk, sudah dapat diketahui induk betina yang hamil dengan cara melihat adanya daerah gelap pada bagian belakang sirip anal dan perutnya sedikit membengkak. Induk ikan yang tidak hamil diambil dan dimasukkan kedalam wadah pemeliharaan induk, sementara induk yang hamil dibiarkan disatukan atau disatukan ke wadah yang lain.
 
Pemeliharaan dan Pendederan Anak Gapi
Jumlah anak gapi dari setiap kelahiran berkisar antara 50-200 ekor dengan perbandingan jenis kelamin sekitar 1:1. Anak ikan gapi yang lahir dipisah dari induk agar tidak terjadi persaingan dalam mendapatkan makanan. Selain itu, agar induk tersebut mendapatkan makanan yang cukup sehingga kehamilan keduanya dapat menghasilkan anak dengan jumlah yang maksimal.
Anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan. Setelah berumur satu hari, anak ikan diberi makan naupli Artemia atau kutu air yang kecil. Pemeliharaan anak ikan gapi sebaiknya di ruangan yang bisa terkena sinar matahari agar warnanya cemerlang. Wadah pemeliharaan anak ikan dapat berupa bak beton atau bak plastik yang cukup luas yang dilengkapi dengan sistem aerasi. Pergantian air dilakukan setiap dua hari sekali sebanyak 20-30% volume wadah pemeliharaan.
Seleksi jenis kelamin dapat dilakukan setelah anak ikan gapi berumur satu bulan dengan cara melihat ciri kelamin sekundernya seperti sirip ekor lebih panjang, warna lebih bagus dan sirip anal yang runcing. Sebagian besar anak ikan betina yang dihasilkan bisa dijual atau dibuang dan sisanya dapat dipelihara lebih lanjut untuk dijadikan calon induk.
 
Cara Menghasilkan Anak Gapi Semua Jantan
Tehnik yang bisa digunakan untuk menghasilkan semua ikan gapi jantan adalah dengan mengarahkan diferensiasi kelaminnya menggunakan hormon jantan (androgen) seperti 17a-methyltestosteron. Karena ikan gapi ini melahirkan anak dan diferensiasi kelaminnya terjadi pada saat masih didalam perut induknya, maka pemberian hormon yang dilakukan pada saat induk hamil. Dosis hormon yang diberikan adalah 2 mg/l air perendaman dengan lama perendaman 24 jam. Cara pembuatan larutan hormon sama seperti pembuatan larutan hormon pada ikan cupang, yaitu hormon dilarutkan terlebih dahulu dengan alkohol 70% dan selanjutnya dicampurkan dengan air yang akan dipakai merendam. Pada setiap satu liter air yang sudah diberi hormon dapat merendam 3 ekor induk yang sudah hamil, baik pada hamil pertama maupun pada hamil kedua. Perendaman pada saat hamil pertama dilakukan setelah 14 hari dari waktu pemisahan antara induk jantan dan betina, sedangkan perendaman hamil kedua dilakukan setelah 14 hari dari waktu melahirkan pertama. Selama kegiatan perendaman, kedalam air perendaman ikan tetap diberi aerasi.  Jumlah anak yang dihasilkan dari perlakuan tidak berbeda atau sama dengan ikan yang tidak diberi hormon, dan anak yang dihasilkan dapat semua jantan (100%).



Jumat, 19 Februari 2016

Cerita Seorang Guppy Lover Tentang Ikan Guppy Peliharaannya


RESIZED_EDIT_DSC_4566_1_1
http://i1.wp.com/www.ericarianto.com
Ceritanya, ini bakal jadi sejenis journal dari hobby fish-keeping gue. Setelah setaunan piara ikan cupang, mulai bulan Februari lalu, coba piara ikan yang (sedikit) lebih rewel: ikan guppy. Pertama-tama, coba piara 4 ekor.  Ternyata ada 1 ekor yang bully temen-temennya. Karena sok tau, si bully ini dipindah ke aquarium lain.  Setelah beberapa minggu, kelihatan sudah agak calm down, dipindah lagi bareng temen-temennya. bener lho, sifat bully nya agak berkurang, malah cenderung pendiem. Gak lama, si bully ini malah mati (-__-!!) Sesudah itu, gak dikutak-kutik lagi, tetep bertahan dengan 3 ekor guppies, dan relatif baik-baik aja.

Disaster

Bencana mulai muncul sepulang liburan dari Legoland. Ceritanya, bulan puasa tahun ini, kami sekeluarga jalan-jalan ke Legoland dsk selama seminggu. Selama ditinggal, urusan kasih makan ikan diserahkan pada pembantu harian. Sepulang liburan, dihitung, ikan masih lengkap, jadi gak ada masalah. Cuma, makanannya kelihatan kena air, jadi lembab dan agak bau. Mungkin basi. Bersamaan dengan itu, karena udah gak akan liburan yang lama (mingguan) sampe tahun depan, pengen coba tambah ikan. Pilihannya, seperti biasa, belanja di pasar ikan sumenep, beli 5 guppies baru. Makanan yang basi tadi dibuang, dan gak beli yang baru. Guppies lama dan baru dikasih makan tetra bits, karena dilihat di tempat jualan ikan juga dikasih makan itu. Diperhatiin, koq agak aneh. Setiap dikasih makan, kelihatan mereka mendekat tapi cenderung cuek. Memang sih, mungkin dimakan sedikit-sedikit, tapi gak sampai habis. Sering juga kelihatan sisa makanan nyangkut di sela-sela tanaman. Akhirnya mulai deh, satu per satu guppy pada mati. Sampai akhirnya, 8 ekor (3 yang lama dan 5 yang baru) habis, mati semua.

Troubleshooting

Dipikir-pikir, faktanya adalah sebagai berikut:
  • Yang mati cuma guppies. Di aquarium ada ikan otto, udang, keong, semua masih hidup
  • Guppy lama dan baru semua mati
  • Problem muncul setelah liburan
  • Beberapa guppy sempat dipindah ke aquarium lain, dan mati juga
Dari situ, pikir-pikir, kemungkinannya adalah:
  • Makanan gak cocok, ikan guppy jadi kurang kuat
  • Ikan guppy yang baru dibeli bawa penyakit. Seharusnya ikan baru dikarantina dulu
Sekarang, baru aja beli lagi 6 ekor guppies, bersama makanannya. Merk makanannya sama dengan yang dulu pernah punya. Sampe di rumah, ikan langsung dimasukkan ke aquarium. Karena ikan-ikan yang lama sudah habis, jadi gak perlu karantina. So far kelihatan masih sehat, pada lahap makan, dan lincah. Yang mengkhawatirkan cuma 1 ekor yang agak pendiam sejak beli. Sering melipir ke tanaman, dan sering nongkrong di permukaan. Mudah-mudahan sih memang sifatnya begitu. Yang jelas, kalau dikasih makan sih masih lincah. Sekalian juga belajar moto aquarium nih…. Rada susah juga, karena objeknya ada di balik kaca, jadi fokusnya agak ngaco. Setelah dicoba manual focus, ternyata hasilnya lebih bagus. Meskipun agak susah karena objectnya gerak terus.



Beberapa Hal Yang Mendukung Pemeliharaan Ikan Guppy

https://www.google.co.id
Ikan Guppy sangat rentan terhadap perubahan kualitas air secara spontan maupun rentan terhadap kualitas air yang buruk. Biasanya apabila ikan guppy merasa tidak nyaman akan lingkungannya ikan guppy berenang di permukaan air, dengan gaya berenang seperti orang joget. Tingkah laku demikian disebabkan karena guppy tersebut stress, akibatnya adalah guppy jadi tidak mau makan, lalu guppy akan kekurangan asupan gizi hingga kurus dan akhirnya guppy akan mati karna tidak mau makan. Maka dari itu, kualitas air merupakan hal yang paling penting dalam keberlangsungan usaha budidaya ikan guppy. Jika terjadi demikian jalan terbaik adalah mengganti air guppy dengan air yang sudah diendapkan, jika ingin lebih praktis bisa juga menggunakan air suling / air galon. setelah air di ganti ikan dapat diberi makan dengan makanan yang di sukai oleh ikan guppy contohnya artemia, moina, casut, cullex / jentik nyamuk atau daphnia.
 
Parameter Lingkungan Pemeliharaan Ikan Guppy

- Air


air media budiaya harus merupakan air yang telah diendapkan paling sedikit 2 hari 2 malam agar mineral mineral yang terkandung dalam air yang dapat mengganggu kelangsungan hidup ikan guppy dapat mengenap di bagian bawah media penyimpanan air. Usahakan juga menggunakan air yang berada di bagian atas tong media penyimpanan air, agar mineral mineral yang sudah mengendap di dasar tidak ikut masuk dalam media budidaya ikan guppy. penggantian air dapat di lakukan 2 minggu sekali, setiap 3-5 hari sekali di lakukan penyiponan terhadap feses guppy agar kadar amoniak dalam media budidaya guppy tidak terlalu tinggi.


- pH

ikan guppy dapat hidup dengan baik di pH 6,7-7,2, tetapi pertumbuhan ikan guppy dapat optimal. Air tanah indonesia memiliki pH kisaran 7,2-7,4, untuk menanggulangi hal tersebut kita dapat menggunakan daun ketapang. Daun Ketapang tidak dapat langsung di gunakan, kita harus melakukan sterilisasi terlebih dahulu. Pertama tama daun ketapang dari alam harus di rendam dalam air garam terlebih dahulu agar daun ketapang bersih dari bakteri negatif yang terbawa dari alam.Lalu daun ketapang di jemur hingga kering dan jika sudah kering dapat langusng di gunakan. masukkan daun ketapang kedalam media budidaya sampai air berwarna oranye muda, seperti teh encer. Lalu diangkat, jangan biarkan daun ketapang tetap berada di dalam media pemeliharaan ikan guppy, karna jika dibiarkan daun ketapang akan membusuk dan menimbulkan amoniak. Kadar amoniak yang tinggi dapat menjadi racun dan menyebabkan ikan mati.

- DO (kadar Oksigen terlarut dalam air)

 Kandungan oksigen di dalam air harus mencukupi. Untuk media pemeliharaan ikan guppy, misalnya, kandungan yang dibutuhkan sekitar 3 miligram per liter. Kurang kadar oksigen, maka akan menyebabkan kematian ikan.
Kandungan oksigen terkait suhu air, sehingga apabila ada kenaikan suhu air, maka kandungan oksigennya turun, dan demikian sebaliknya.
Banyaknya ikan di dalam media pemeliharaan ikan guppy, serta sirkulasi air yang tidak baik juga menyumbang berkurangnya oksigen. Untuk menjaga kestablian kadar oksigen, buatlah sistem aerasi yang baik.
- Suhu
 Suhu air untuk ikan guppy sama pentingnya untuk ikan di aquarium. Ikan dan tanaman air telah terbukti mentolerir hanya kisaran terbatas suhu air . Faktor penting lain yang harus dipertimbangkan ketika berbicara tentang suhu air adalah konsistensi . Perubahan mendadak dan drastis dalam suhu air sering dapat menyebabkan masalah kesehatan. Untuk ikan guppy , kisaran suhu air yang ideal adalah antara 10-29 ° C ( 50 ° F - 85 ° F ) , dengan burayak ikan guppy berkembang terbaik pada 25,6 ° C ( 78 ° F ) , ikan guppy remaja 24.4 ° C ( 76 ° F ) , dan ikan guppy dewasa  23,3 ° C ( 74 ° F ).
Suhu juga berpengaruh pada pertumbuhan ikan guppy, jika suhu air optimal maka metabolisme ikan guppy pun optimal, nafsu makan ikan tinggi, ikan akan cepat lebih besar.

- Kesadahan

kesadahan air merupakan parameter air penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup guppies. namun banyak pemilik akuarium sering mengabaikannya. Ikan berkembang dalam kisaran kesadahan air tertentu, dan ketika tingkat ini tidak tercapai, hal ini dapat menyebabkan stres dan mungkin kematian.
Kesadahan air hanya mengacu pada jumlah mineral terlarut dalam setiap jenis air. Air keras adalah istilah yang digunakan ketika kandungan mineral yang terlarut cukup tinggi , sedangkan air lunak memiliki tingkat kandungan mineral yang rendah.
Adalah penting untuk memperhatikan hubungan yang ada antara pH air dan kekerasan. Air keras biasanya memiliki pH tinggi karena mineral yang ada sebagai penyangga sehingga mengurangi jumlah asam ( pH ) dalam air. Kisaran ideal kesadahan air untuk guppy adalah GH 8-12
-Salinitas
Kadar Salinitas yang optimal untuk media budidaya ikan guppy adalah 1 ppm
- Amoniak
Kadar amoniak yang dapat di tolelir tubuh ikan guppy adalah <0,012 ppm.

- Intensitas Cahaya

Cahaya sangat berpengaruh pada kualitas warna ikan guppy. cahaya dapat merangsang pigmen pigmen warna untuk timbul pada bagian tubuh ikan guppy.
Jika semua parameter di atas dapat terpenuhi maka sudah dapat di pastikan ikan guppy dapat hidup dan berkembang dengan baik. Jika tidak maka kelangsungan hidup guppy dapat terganggu, dan menyebabkan kematian ikan guppy.



Selasa, 16 Februari 2016

Pecinta Ikan Hias Pasti Menyukai Guppy Karena Pemeliharaannya Mudah

Guppy (Poecilia reticulata) berasal dari Trinidad, Barbados, Guyana, Brasil, dan Asia Tenggara. Ikan yang bersifat omnivore ini menghendaki suhu optimal untuk pemeliharaan sekitar 25-28° C dengan pH sekitar 7,0 dan kekerasan 20° dH. Panjang tubuh maksimal sekitar 5-6 cm.
http://1.bp.blogspot.com

Sirip-sirip ikan ini berwarna-warni sangat cantik dan menarik. Berbagai warna seperti merah, kuning, hijau, biru, maupun kombinasi warna sudah beredar di pasaran. Bentuk ekornya pun menarik, misalnya mirip kipas, membulat, ataupun melebar. Pada jantan, sirip ekor tampil sangat menarik karena lebar dan berwarna kontras.

Perkembangbiakan guppy tidak sulit asalkan airnya bersih dan tidak terlalu padat. Pada air yang kekerasannya kurang, guppy masih bisa berkembangbiak. Namun, agar kualitas ikan lebih bagus, baik warna maupun bentuk ekor, sebaiknya kualitas airnya sesuai dengan persyaratan hidupnya.

Untuk membedakan induk betina dan jantan tidak sulit. Warna tubuh jantan jauh lebih bagus dibanding betina. Sirip-sirip pada jantan lebih panjang dan lebih lebar. Pemijahan ini dilakukan secara masal dengan perbandingan jantan betina 1 : 4. Dalam wadah diberi tanaman air seperti hidrilla (ganggang) sebagai tempat persembunyian anak ikan. Anak ikan dapat diambil setiap pagi bila tampak banyak.

Menurut para pakar, dalam sekali berhubungan, sperma induk jantan dapat bertahan dalam tubuh induk betina hingga enam bulan. Ini berarti selama enam bulan induk betina masih dapat melahirkan anak walaupun tidak dikawini induk jantan.
 
Pakan terbaik untuk guppy adalah pakan alami walaupun dapat juga diberi sedikit pakan pelet. Oleh karena yang laku di pasaran adalah jantan maka pemeliharaannya sebaiknya dipisahkan antera jantan dan betina sejak berumur 3-4 minggu. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya pemeliharaan. Betina yang dipelihara cukup dipilih yang kondisinya baik untuk dijadikan calon induk. Sementara betina lainnya dapat digunakan sebagai pakan ikan hias lain seperti Oskar. Untuk membedakan jantan dari betina dapat dilihat dari sirip yang lebih panjang dan warna yang lebih tajam atau cerah adalah jantan.

Saat ini sudah ada teknologi jantanisasi, yaitu semua anakan menjadi jantan. Teknik ini menggunakan hormon metil testosteron yang memang efektif. Hanya saja jantan hasil perlakuan hormon ini tidak sanggup memberikan sperma atau membuahi betina. Oleh karena itu, penggunaan teknologi ini pun harus diikuti dengan manajemen induk yang baik agar tidak kehabisan induk betina dan jantan produktif. Ukuran jual ikan mulai dari 2,0 cm yang sudah bisa dicapai pada umur 3,5 bulan.