Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Februari 2016

Mau Buka Usaha? Cobain Bisnis Ikan Guppy Aja


http://3.bp.blogspot.com
Siapa yang tidak tertarik dengan keelokan dan keindahan ikan guppy, ikan hias mungil berekor lebar ini memiliki ragam warna pada tubuhnya. Hingga kini ikan hias eksotis ini selalu banyak peminatnya terutama bagi pecinta ikan hias air tawar. Saat ini harga pasaran ikan guppy di toko ikan hias dihargai Rp. 1500 - 2000 per ekornya bahkan ada yang mencapai puluhan ribu (tergantung jenis strain unggulan), dan biasanya untuk menikmati keindahannya di aquarium orang-orang akan membeli dalam jumlah yang banyak, karena ikan berjuluk seribu luput ini akan tampak indah dipandang jika berenang dan bergerombol di dalam aquarium, apalagi jika aquarium di lengkapi dengan lampu hias yang berwarna warni.

Menariknya ikan guppy juga dapat dijadikan peluang bisnis yang menguntungkan, yaitu dengan membudidayakannya. Bahkan di lahan perkotaan ikan ini dapat dengan mudah diternakan, mengingat guppy termasuk ikan hias yang tidak cengeng asalkan kondisi air tidak tercemar dengan bahan pelarut yang membahayakan.

Peluang bisnis ternak guppy
Artikel ini merupakan hasil rangkuman singkat dari majalah Trubus yang terbit pada tahun 2003, yang mengulas seorang yang sukses beternak ikan guppy di Jakarta timur, dengan judul "Panen Rp 5 juta dari halaman", lahan yang dipakai halaman depan rumah dengan luas 100 meter persegi.

Adalah Ahmad Yusuf menanamkan modalnya untuk membuat puluhan aquarium  ukuran 100x30x35 cm untuk tempat indukan dan pembesaran burayak yang ditaruh pada rak-rak kayu bersusun tiga, dengan manajemen yang baik aquarium pembesaran  sebanyak 60 buah dibagi menjadi 3 kelompok yaitu umur 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan. Setiap kelompok umur dipelihara 20 aquarium yang masing-masing diisi 300 ekor. Sementara untuk proses pemijahan ia menggunakan 4 kolam permanen sedalam 30 cm dan pembesaran larva memanfaatkan baskom plastik berdiameter 30-40 cm. Alhasil dengan memanfaatkan lahan halaman tersebut dalam sebulan ia dapat menghasilkan 6000 ekor dan mendapat laba Rp. 5 juta.

Untuk memasarkannya ia memasok ke seorang pelanggan di kawasan Menteng, Jakarta. Lambat laun permintaan pun  datang dari berbagai daerah luar kota, seperti bandung, Semarang, dan Malang. Menurut Yusuf puncak penampilan ikan guppy bisa bertahan 3 sampai 4 bulan saja, setelah berumur 7 bulan tubuh ikan mulai bungkuk dan ekornya layu, sehingga mau tidak mau konsumen membeli ikan guppy yang baru dan tampil lebih prima.

Dengan demikian peluang bisnis ternak guppy memang berpotensi menghasilkan keuntungan yang sangat baik dan memiliki harga tinggi perekornya, apalagi pakan yang diberikan bisa memakai kutu air yang mana pakan alami ini dapat dicari bahkan dibudidayakan sendiri sehingga beban biaya untuk kelangsungan hidup ikan ini dapat di perkecil.
 
 
 

Rabu, 24 Februari 2016

Makin Banyak Ikan Guppy Makin Banyak Rejeki Guppy Mania


Ikan Guppy harganya satu miliar?? Hah... are you serious?? Tentu saja iya, jika Anda membelinya jutaan ekor, hehehe.

http://2.bp.blogspot.com - Salah satu ikan Guppy termahal
Ikan Guppy sangat kecil tetapi gampang perawatannya. Ikan guppy mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki ikan lain. Contohnya saja ikan guppy jantan mempunyai ciri paras yang beragam. Selain ragam rupanya, juga tidak pernah berakhir variasi warna, pola dan perkembangan sirip yang dihasilkan.
Ternyata bukan hanya para pembudidaya ikan saja yang tertarik pada guppy tetapi juga para ilmuan. Ikan ini dipilih untuk dijadikan ujicoba menghitung seluruh keturunannya. Dr. Herbert R. Axelrod dan Wilfred Whitern dalam buku Guppies menyebutkan, sepasang induk guppy yang dibiarkan berbiak dalam tempat dan makanan cukup dalam tempo satu tahun bisa mencapai 3000 ekor.
Barangkali timbul anggapan bahwa jumlah ini hanya mengada-ada. Sesungguhnya kita bisa (kalau mau) mencoba sendiri dengan mudah, di sini. Kalau ikan ini berbiak pada umur 3 bulan dengan anak 50 – 100 ekor setiap bulan, sampai berumur 6 bulan, maka jumlah itu bukan mustahil. Kalau ada petani (pembudidaya) yang terperangah juga mendengar jumlah itu adalah wajar. Sebab selama ini anak-anak guppy sudah dijual ketika berumur 3 bulan, dan sama sekali tidak pernah (terpikir dan dicoba) untuk mengawinkan seluruh keturunannya sehingga mencapai jumlah jutaan. Dari sinilah orang luar negeri yang lebih jujur dan terbuka sudah mulai (sejak lama) menyebutnya “Million Fish” si Ikan Miliaran. Kalian masih ingat kan pepatah ini "Banyak anak banyak rejeki" ... Banyak ikanpn banyak rejekinya juga. Hehehe
Semoga bermanfaat..



Ikan Guppy Genetika Murni Lebih Mahal Daripada Persilangan

Ikan guppy atau juga akrab disebut ikan gobi merupakan salah satu jenis ikan hias yang terbilang populer di tengah-tengah masyarakat saat ini. Bentuknya yang mungil, namun memiliki aneka warna ditubuh dan ekornya menjadi daya tarik tersendiri bagi jenis ikan ini.
http://3.bp.blogspot.com
Dengan keunikannya itu, tak heran jika ikan guppy ini merupakan salah satu jenis ikan hias yang paling banyak dicari. Ikan ini jadi incaran selain ikan hias yang sudah ada. Begitu dituturkan oleh Andri, salah seorang pembudidaya ikan guppy yang berada di kawasan Jalan Pelajar Timur Ujung, tepatnya di Gang Kelapa, Medan. "Di antara berbagai jenis ikan hias yang ada di toko, ikan guppy inilah yang bisa kita bilang adalah ikan hias yang paling laku," ungkapnya kepada Medan Bisnis baru-baru ini di lokasi ternaknya.
Andri menjelaskan, jika dilihat dari keberadaan ikan hias, ikan guppy terbilang yang paling banyak dijual secara kuantitas (jumlah). Sehingga dengannya, permintaan oleh pemilik toko ikan hias pada ikan guppy ke peternaknya sangatlah tinggi. Malah, sebanyak apapun yang dapat dihasilkan oleh peternaknya, toko penjual ikan hias rata-rata kata Andri sanggup untuk menampungnya. Hanya saja yang kerap terjadi justru si peternaklah yang tidak sanggup untuk memenuhinya. "Kalau ikan guppy ini berapa pun yang kita jual habis saja.
Diminta pun dalam jumlah yang banyak. Hanya saja kita sebagai peternak yang kerap tidak sanggup memenuhinya," jelasnya. Mengenai soal jumlah, terang Andri, sangking dicarinya ikan ini dalam satu minggu, rata-rata habis terjual hingga sebanyak 3.000 ekor. Hal yang mustahil dapat terjadi apabila pada jenis ikan hias yang lainnya. "Itulah jika kita lihat potensi dari ikan guppy ini. Apalagi, minat masyarakat padanya setelah booming hingga sekarang masih tetap stabil," katanya.
Pada ikan guppy ini, terang Andri, apabila untuk dikomersilkan memiliki dua jenis ikan yang berbeda. Pertama, katanya, adalah ikan guppy jenis berbagai persilangan, dan kedua adalah ikan guppy jenis genetik ikan murni. Untuk ikan guppy jenis persilangan ini harganya memang tergolong relatif murah. Nilai jualnya berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 1.000 per ekor. "Ikan guppy jenis inilah yang banyak diperjualbelikan di toko ikan hias. Dan peminatnya sangat banyak," ucapnya. Sementara untuk ikan guppy jenis genetik ikan murni, seperti Blue Cobra, Green Moscow, Blue Moscow, hingga Yellow German dihargai sangat mahal untuk masing-masing pasangannya. "Sepasangnya bisa sampai Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Jadi memang sebetulnya bagi yang mengerti ikan guppy ini tergolong mahal," terangnya. Namun bagi kelangsungan peternakan, pada ikan guppy ini justru jenis harga yang murahlah yang bisa dijadikan sandaran bagi perekonomian. Pasalnya, disamping harganya yang murah namun roda perputaran ekonominya jauh lebih cepat.
Hal berbeda apabila pada jenis ikan guppy varian yang murni tersebut. Mahalnya harga ikan membuat pembelinya harus berpikir dua kali untuk menempatkannya dalam aquarium. Hanya mereka para penghobi dan calon pembudidaya saja yang berani merogoh kocek dalam untuk dapat memiliki ikan guppy dengan varian jenis murni tersebut. "Kalau hanya sekedar penikmat saja, ikan guppy persilanganlah yang jadi pilihannya. Karena harganya yang lebih murah," tuturnya. Ikan guppy persilangan tersebut, dikatakan Andri, pada dasarnya adalah ikan dengan varian murni juga. Namun selanjutnya ia telah dikembangkan dengan genetika ikan guppy yang bermacam-macam.
Berbeda dengan ikan guppy genetika murni tadi. Meskipun telah melalui berbagai macam perkembangan, tetapi kemurnian genetika pada jenisnya tetap terjaga. Sehingga ia memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada genetika guppy persilangan. "Itu makanya harganya bisa sangat mahal. Karena untuk mendapatkan kemurniannya ini sulit dan ikannya juga sangat jarang ditemukan," pungkasnya.



Keberhasilan Pemuda Magetan Dalam Bisnis Ikan Guppy Patut Diacungi Jempol


http://1.bp.blogspot.com
Bisnis ikan hias masih tampakanya masih sangat menjanjikan. Terbukti seorang pemuda berhasil berternak ikan hias jenis guppy jenis impor yang nilainya mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Pelaku budi daya ikan guppy ini adalah Sindu Bayu Permana warga Jalan Samodra Kelurahan Bulukerto, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan. Ia mulai serius menekuni budidaya ikan hias ini sejak tahun 2010. "Saya mulai menekuni budi daya ikan guppy sejak tahun 2010. Kalau senang ikan sudah sejak SMP dulu saya sering beli ikan hias sampai ke Madiun. Dan sekarang Alhamdulilah bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup," ujarnya.
Diawal karirnya sebagai peternak ikan hias, ia masih membudi daya berbagai jenis, mulai dari berta atau yang lebih dikenal dengan ikan cupang, fera-feri, plati dan guppy. Kini, lulusan Fakultas Pertanian UNS ini, hanya fokus pada budi daya ikan guppy. Selain karena perawatannya yang relatif mudah, juga corak ikan yang warna-warni, membuat ikan hias tersebut banyak digemari oleh pehobi. Ia menjelaskan, dalam satu bulan, ia bisa menjual ikan guppy hingga 50 pasang. Untuk harga per pasangnya bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga satu juta rupiah. "Bahkan, ikan guppy yang menang kontes, harganya bisa mencapai jutaan rupiah per pasangnya. Tergantung dari jenisnya. Dan saat ini saya masih mencoba memijahkan ikan guppy impor dari Thayland," terang Bayu.
Ia mengaku memiliki sedikitnya 20 jenis dari puluhan jenis ikan guppy yang banyak dikembangkan di pasaran. Bahkan, salah satu koleksinya telah menang sebagai juara kedua dalam kontes nasional ikan guppy yang digelar di Solo, baru-baru ini.
Adapun untuk pemasaran, selain dijual secara "online" atau internet, biasanya sudah ada sejumlah pedagang maupun pehobi yang mengambil ikan guppy miliknya. Meskipun pemeliharaan mudah, bukan berarti tidak ada kendala dalam budi daya ikan hias guppy. Kondisi cuaca yang dingin saat musim hujan ataupun musim pancaroba, sering kali membuat ikan guppy sakit atau stres bahkan ada juga yang sampai mati.
Selain ikan guppy, Bayu juga membudidaya ikan hias plati yang masih satu marga dengan ikan guppy. Adapun media yang digunakan untuk membudi daya ikan tersebut adalah akuarium dan bak-bak yang disusun rapi di rak buatannya di samping rumahnya.



Yuk Tekuni Bisnis Guppy Seperti Dimas Rizki


http://4.bp.blogspot.com
Para penggemar ikan hias pasti sudah akrab dengan ikan satu ini. Yap, dialah guppy. Ikan yang disebut ikan cere ini memang cukup sering ditemui. Ia mudah beranak pinak dan beradaptasi di berbagai kondisi dan tempat. Nah, lantaran kemampuan adaptasinya tinggi, Budidaya ikan yang bernama latin Poecilia reticuluta ini pun banyak dilakukan.
Salah satunya dilakukan oleh Dimas Rizki, pembudidaya ikan guppy asal Lampung.  Ia mengaku sudah menekuni budidaya guppy sejak 2-3 tahun lalu. Dimas, begitu ia akrab disapa biasa menggunakan akuarium yang disusun di rak sebagai media budidaya guppy. Penataan akuarium dilakukan dengan rapi agar tidak memakan tempat luas.
Hingga saat ini Dimas telah memBudidayakan sedikitnya 30-40 jenis guppy. Ikan tersebut berasal dari berbagai negara, seperti Malaysia dan Thailand. “Tidak semua saya impor dari luar negeri. Ada sebagian yang saya beli dari pembudidaya guppy di Indonesia dengan label anakan impor,” tuturnya.
Ikan guppy yang sudah siap dijual Dimas adalah mulai dari umur 2,5 bulan sampai 3,5 bulan. Harganya dibanderol mulai dari kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta per pasang. Dalam sebulan, Dimas dapat menjual sekitar 20-30 pasang, tergantung ketersediaan pasokan. Tak pelak dengan jumlah penjualan tersebut, ia bisa mengantongi omzet rata-rata Rp 7-12 juta dalam sebulan. Laba bersih yang didapat lumayan besar karena biaya perawatannya murah. “Per tiga bulan, saya bisa mengantongi laba bersih sekitar Rp 18 juta,” akunya.
Hmm.., Anda tertarik mengikuti jejak Dimas?



Selasa, 23 Februari 2016

Ikan Guppy Sangatlah Menguntungkan Untuk Dijadikan Bisnis


Selain kaya ikan hias laut, Nusantara kita juga kaya akan ikan hias air tawar. Karena itulah budidaya ikan menjadi bisnis yang cukup menggiurkan. Salah satunya adalah si mungil ikan guppy.
http://1.bp.blogspot.com
Yup, siapa sih yang gak kenal dengan ikan cantik dan lucu ini? Ikan million fish atau yang dikenal dengan ikan guppy memang menjadi salah satu primadona ikan hias yang banyak disukai penggemar ikan hias di Indonesia. Karena selain bentuk tubuh dan ekor yang unik, warna ikan guppy sangat bervariasi. Sehingga mampu memukau setiap orang yang melihatnya. 
Arief Sihabudin, salah satu pembudidaya ikan guppy di Bekasi, Jawa Barat, mengatakan, dirinya tertarik menekuni bisnis ikan guppy karena memang berlatar belakang hobi. Arief mengaku sudah menekuni budidaya guppy sejak 3 tahun lalu. Arief menggunakan akuarium yang disusun di rak sebagai media budidaya guppy. Penataan akuarium dilakukan dengan rapi agar tidak memakan tempat luas. "Selain jadi hobi, ternyata guppy bisa menjadi bisnis yang cukup menguntungkan," papar Arief sambil tersenyum. Dikatakan Arief, ikan guppy merupakan salah satu ikan hias yang mudah dikembangbiakkan, karena untuk membudidayakan ikan ini tak perlu lahan atau media yang besar. "Budidaya ikan guppy terbilang mudah dan tak perlu tempat yang luas, seperti koi. Dalam memilih indukannya saja bisa dilakukan di ember atau baskom saja," ujar Arief.
Dalam hal budidayanya, lanjut Arief, agar bisa berkembangbiak dengan baik, indukan guppy sebaiknya ditaruh dalam akuarium. Agar anakan bisa dilahirkan dengan aman, indukan betina harus dikurung dalam kawat kasa, karena biasanya indukan betina ini suka makan anakan yang baru lahir. Selain itu, kata Arief, ikan guppy merupakan ikan hias yang unik, karena mulai dari janin hingga proses bertelur, dilakukan di dalam perut indukan betina.
"Proses beranak guppy ini cepat. Dalam waktu 24 jam, indukan yang hamil bisa langsung beranak. Kalau sudah kelihatan anaknya, kita langsung ambil anakannya. Anakan yang telah lahir kemudian dimasukkan ke dalam media atau akuarium pembesaran. Di usia yang rawan ini, anakan guppy harus mendapatkan perhatian dan perawatan yang khusus, seperti keadaan pH air yang harus dijaga, pakan yang optimal, dan juga oksigen yang cukup,” tutur Arief. 
Selain bisa dikembangkan di akuarium, agar anakan berkembang maksimal, ikan guppy juga bisa dikembangkan dalam bak fiber. Penggunaan media bak fiber ini memang lebih praktis dan efisien daripada jika kita membuat kolam. 
Menyoal harga ikan guppy-nya sendiri, Arief membanderolnya dengan harga bervariasi. "Untuk guppy yang bagus, bisa Rp 200 ribu sepasangnya," ujarnya. Dikatakan Arief, tips sukses agar bisa menghasilkan warna yang optimal, guppy perlu diberi asupaan pakan yang cukup. “Untuk pakannya saya biasa memberi pelet. Kadang ada tambahan cacing juga,” aku Arief.



Senin, 22 Februari 2016

Sobat Guppy, Bisnis Ikan Guppy Bisnis Yang Menyenangkan Lho

http://3.bp.blogspot.com
Artikel ini merupakan hasil rangkuman singkat dari majalah Trubus yang terbit pada tahun 2003, yang mengulas seorang yang sukses beternak ikan guppy di Jakarta timur, dengan judul "Panen Rp 5 juta dari halaman", lahan yang dipakai halaman depan rumah dengan luas 100 meter persegi.

Adalah Ahmad Yusuf menanamkan modalnya untuk membuat puluhan aquarium  ukuran 100x30x35 cm untuk tempat indukan dan pembesaran burayak yang ditaruh pada rak-rak kayu bersusun tiga, dengan manajemen yang baik aquarium pembesaran  sebanyak 60 buah dibagi menjadi 3 kelompok yaitu umur 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan. Setiap kelompok umur dipelihara 20 aquarium yang masing-masing diisi 300 ekor. Sementara untuk proses pemijahan ia menggunakan 4 kolam permanen sedalam 30 cm dan pembesaran larva memanfaatkan baskom plastik berdiameter 30-40 cm. Alhasil dengan memanfaatkan lahan halaman tersebut dalam sebulan ia dapat menghasilkan 6000 ekor dan mendapat laba Rp. 5 juta.

Untuk memasarkannya ia memasok ke seorang pelanggan di kawasan Menteng, Jakarta. Lambat laun permintaan pun  datang dari berbagai daerah luar kota, seperti bandung, Semarang, dan Malang. Menurut Yusuf puncak penampilan ikan guppy bisa bertahan 3 sampai 4 bulan saja, setelah berumur 7 bulan tubuh ikan mulai bungkuk dan ekornya layu, sehingga mau tidak mau konsumen membeli ikan guppy yang baru dan tampil lebih prima.

Dengan demikian peluang bisnis ternak guppy memang berpotensi menghasilkan keuntungan yang sangat baik dan memiliki harga tinggi perekornya, apalagi pakan yang diberikan bisa memakai kutu air yang mana pakan alami ini dapat dicari bahkan dibudidayakan sendiri sehingga beban biaya untuk kelangsungan hidup ikan ini dapat di perkecil.



Hampir Semua Pecinta Ikan Hias Tertarik Untuk Beternak Ikan Guppy


http://3.bp.blogspot.com
Siapa yang tidak tertarik dengan keelokan dan keindahan ikan guppy, ikan hias mungil berekor lebar ini memiliki ragam warna pada tubuhnya. Hingga kini ikan hias eksotis ini selalu banyak peminatnya terutama bagi pecinta ikan hias air tawar. Saat ini harga pasaran ikan guppy di toko ikan hias dihargai Rp. 1500 - 2000 per ekornya bahkan ada yang mencapai puluhan ribu (tergantung jenis strain unggulan), dan biasanya untuk menikmati keindahannya di aquarium orang-orang akan membeli dalam jumlah yang banyak, karena ikan berjuluk seribu luput ini akan tampak indah dipandang jika berenang dan bergerombol di dalam aquarium, apalagi jika aquarium di lengkapi dengan lampu hias yang berwarna warni.

Menariknya ikan guppy juga dapat dijadikan peluang bisnis yang menguntungkan, yaitu dengan membudidayakannya. Bahkan di lahan perkotaan ikan ini dapat dengan mudah diternakan, mengingat guppy termasuk ikan hias yang tidak cengeng asalkan kondisi air tidak tercemar dengan bahan pelarut yang membahayakan.



Sabtu, 20 Februari 2016

Budidaya Ikan Guppy Dilakukan Sebagai Usaha Sambilan

https://www.google.co.id

Variasi corak serta warna tubuh ikan hias guppy sangat beraneka ragam dibanding ikan hias lainnya. Selain dari corak dan warna tubuh, keindahan guppy juga terletak pada corak dan bentuk ekornya yang bermacam-macam, yang paling populer di pasaran adalah bentuk ekor yang lebar, seperti kipas.

Dalam artikel ini akan membahas hal-hal apa saja yang membuat pesona ikan hias mungil ini bisa mendunia. Antara lain jenis guppy ini yang dikelompokkan berdasarkan warna, corak ataupun bentuk ekor indahnya yang beraneka ragam sehingga diadakan kontes untuk mengadu keindahan seekor ikan guppy. Begitu juga dengan kemudahan dalam budidaya, merupakan salah satu pesona guppy yang menarik untuk dibahas.

Di Indonesia, ikan guppy masih dibudidayakan sebagai usaha sambilan. Masih sangat jarang yang mengusahakannya secara serius. Walaupun, sebagai sebuah usaha, budidaya guppy dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Seperti yang saya dapat dari berbagai sumber, dengan modal 15 akuarium berukuran 1 meter atau bila menggunakan kolam semen, sekitar 6 kolam semen berukuran 50x100x200 cm, keuntungan bersih sebesar Rp. 700.000 – Rp 1.000.000 per bulan dapat diraih. Apalagi jika usaha ini dikelola lebih serius lagi, keuntungan yang didapat juga lebih besar. Harga guppy lokal berkualitas dan berumur sekitar 2 bulanan dihargai Rp. 1.000 – Rp. 3.000 per ekor. Bahkan, harga sepasang guppy impor bisa mencapai Rp 100.000 – 200.000. Tergantung dari kualitas guppy itu sendiri. Belum lagi ditambah jika guppy impor tersebut memiliki corak atau model yang terbaru dan langka.

Selain keindahan guppy dapat anda nikmati sendiri, keindahan guppy juga bisa disaksikan di arena kontes, seperti halnya ikan cupang, arwana dan lain-lain. Hingga saat ini, kontes guppy sudah banyak digelar di berbagai penjuru dunia, begitu juga di Indonesia. Walaupun di Indonesia masih jarang mengadakan kontes guppy. Standar umum penilaian guppy umumnya berpatokan pada standar penilaian penggemar guppy di bawah naungan IFGA (International Fancy Guppy Association) yang berpusat di Amerika Serikat. Lembaga ini setiap tahunnya menyelenggarakan sekitar lebih dari 10 kontes guppy di Amerika Serikat, dengan rata-rata peserta kontes 400-500 peserta. Kontes ini juga berfungsi untuk berbagi ilmu, bertukar ikan ataupun berbisnis antar peserta atau pengunjung kontes.



Karena Pemeliharaannya Gampang, Banyak Yang Terjun Dalam Bisnis Guppy

http://www.pojokpitu.com/yp-gbr-news/magetan%20ikan.jpg
Peluang bisnis budidaya ikan guppy masih menjanjikan rupiah yang cukup tinggi. Selain pemeliharaan yang relatif mudah, warna dan corak ikan yang menarik, membuat ikan Guppy masih digemari banyak orang.
 
Di Magetan, Sindu Bayu Permana,  warga Kelurahan Bulukerto menekuni budidaya ikan hias Guppy, semenjak tahun 2010. Tempatnya terbilang sangat sederhana. Ia memanfaatkan ruang kosong di samping rumahnya. Ada beberapa bak air yang dijadikan tempat penangkaran ikan Guppy. Mulai dari kecil hingga berumur dua bulan, atau layak dijual. Hobby memelihara ikan sejak kecil, mengantarkannya pada bisnis yang bisa menghasilkan rupiah. Ia memang fokus pada budidaya ikan guppy. Selain perawatan yang relatif mudah. Corak ikan yang warna warni, dan bisa dikawin silang,menjadikan ikan ini, tetapi digemari banyak orang. Dalam sebulan ia bisa menjual ikan guppy hingga 50 pasang. Untuk harga, memang bervariasi, antara Rp 250 hingga satu Rp 1 juta perpasang. Bahkan ikan Guppy yang memenangkan kontes, bisa mencapai puluhan juta rupiah. "Untuk pemasarannya tidak teralalu repot. Ada yang sudah mengambilnya, dari Solo, Surabaya, Jakarta, hingga luar Jawa. bahkan ikan sempat dikirim ke Amerika," kata Sindu. Meskipun pemeliharaan mudah, bukan berarti tidak ada tantangan. Musim pancaroba, seringkali membuat ikan Guppy sakit atau stress.




Jumat, 19 Februari 2016

Bisnis Ikan Guppy Bisa Dijadikan Side Job Untuk Para Karyawan Kantor


Ikan guppy hias
http://www.molifeet.com - Salah satu jenis ikan hias guppy
Jika kamu sekarang sedang memikirkan untuk mumulai usaha sampingan di rumah, maka beternak mungkin ide yang paling sering di terapkan banyak orang untuk menambah pendapatan. Namun jika kamu masih terbentur masalah waktu dan keterbatasan modal dan lahan, maka mulailah dengan yang kecil terlebih dahulu.

Berikut tips untuk kamu yang ingin memulai usaha sampingan dengan modal kecil, kamu bisa memulai beternak ikan hias, beternak ikan hias guppy misalnya,  jenis usaha ini termasuk jenis usaha modal kecil dan bisa kamu terapkan di rumah.

Kamu bisa mendapatkan cara beternak ikan guppy melalui internet dan buku-buku tutorial cara mengembang biakkan ikan hias mungil tersebut. Cara budidaya ikan guppy tidak tergolong susah, kamu bisa menyediakan wadah pelastik dan aquarium.

Kamu bisa mendapatkan jenis-jenis indukan ikan guppy di pasar ikan hias maupun pembelian di media internet. Untuk harga seokor ikan guppy tergolong bervariasi, ada yang seribuan per ekornya ada juga yang sampai lebih ratusan ribu harganya.

Peminat ikan hias ini cukup banyak, sehingga peluang usaha sampingan ini masih terbuka lebar. Kamu bisa melakukan di sela-sela paru waktu sehabis kamu bekerja, karena perawatan ikan guppy cukup mudah.

Contohnya saja Pak Amza yang berdomisili di di daerah kubang  Provinsi Riau, dia memulai usaha sampingan ternak ikan ini setahun yang lalu. Awalnya beliau tidak mengerti cara membudidayakan ikan ini, terlebih lagi jenis-jenis ikan guppy yang beliau ketahui masih sedikit. Namun dengan semangatnya yang kuat, kini dia bisa menghasilakan jutaan rupiah setiap bulan dari hasil menjual ikan guppy.

Nah apakah anda juga sudah ada niat untuk buat usaha sampingan di rumah ? Peluang usaha terbuka lebar jangan mau kalah sama warga asing yang nanti akan segera bebas melakukan usaha dan aktivitas bisnisnya di negeri ini. mulai lah dari sekarang.



Rabu, 10 Februari 2016

Ikan Guppy Tidak Hanya Bisa Dipelihara, Namun Bisa Menjadi Peluang Bisnis


Ikan Guppy sangat mudah untuk dibudidayakan atau diternakan, tidak ada salahnya dong apabila hobi kita dapat menghasilkan juga. Ikan kecil yang indah ini memang banyak sekali penggemarnya bahkan tidak hanya di Indonesia saja, ikan yang merupakan jenis famili Pocilidae ini walaupun kecil tapi penampilannya yang sangat memukau dan indah untuk dilihat itulah alasan utama kenapa ikan guppy banyak diminati penghobi ikan hias.
ikan guppy, Cara Budidaya Ikan Guppy , budidaya guppy, Ternak guppy, jenis jenis guppy, harga ikan guppy, budidaya ikan guppy, ternak ikan guppy
http://perawatanternakbudidaya.blogspot.co.id
Bagi para pecinta ikan hias, ikan guppy adalah ikan yang sudah tidak asing lagi karena cirinya yang cukup menonjol dibanding ikan hias lainnya, ciri tubuhnya yang memiliki ekor yang melebar dengan corak warna yang cukup kontras dan mencolok itulah ikan ini selalu menjadi pusat perhatian bagi yang melihatnya.
Namun bagi anda yang sudah banyak mengoleksi ikan Gupyy ini dan senang memeliharanya, anda bisa juga melakukan ternak atau membudidayakan ikan gupyy ini karena cukup mudah untuk dikembangbiakan. Bahkan apabila anda mampu membudidayakannya dengan maksimal hal ini bisa menjadi keuntungan yang luar biasa, kenapa? Karena selain anda dapat menyalurkan hobby anda juga tentunya akan mendapatkan penghasilan yang tidak sedikit.



Senin, 08 Februari 2016

Perkiraan Perhitungan Penjualan Ikan Guppy


Peluang Bisnis Guppy, Budidaya Guppy, Ternak Guppy
http://2.bp.blogspot.com
Di Indonesia saat ini sudah banyak para peternak ikan guppy. Bahkan marketnya tidak hanya dalam negri tetapi juga luar negri. Saat ini kita mampu menjual apa saja termasuk guppy hingga keluar negri dengan sistem penjualan Online. Jujur, ane sendiri baru beberapa bulan mengeluti bisnis ini dan sudah banyak merasakan nikmat dari bisnis guppy ini.

Berikut hitung-hitungan Bisnis Guppy:
Asumsi:
1. Seekor induk guppy beranak min 10ekor~50ekor dalam kurun waktu 1 bulan,
2. Guppy yang layak jual adalah mulai umur 2,5bln,
3. Harga ikan guppy jenis import biasaya kisaran 50rb per pasang,
4. Perawatan cukup mengantikan air seminggu sekali, dan pemberikan pakan kutu air 2x sehari,
5. Guppy juga bisa diberikan pakan pelet,

Biaya:

1. Indukan Guppy  5 pasang = 1jt rupiah, kita coba untuk beternak ikan yang jenis bagus,
2. Pakan Kutu Air selama 1 bulan 300rb (10rb per hari),
3. Pakan Pelet 30rb per bulan,
4. Aquarium 200rb (40rb x 5pcs),
5. Aerator 70rb (35rb x 2 pcs), kita gunakan yang mini saja,

Perkembangan:
1. Biasanya ikan guppy beranak setelah 3-6minggu,
2. Sekali beranak guppy mampu mengeluarkan 10-50ekor anakan, bahkan lebih,
3. 5 indukan mampu menghasilkan 200 ekor per bulan,
4. Dalam 3 bulan ikan guppy mampu menghasilkan 600 ekor (kita hitung 500 saja)

Perhitungan Penjualan setelah 5bulan:
1. 500 ekor mampu dijual kira2 100 pasang saja...
2. Jadi dalam 5 bulan tersebut kita mampu menjual Rp 5.000.000 (50rb x 100 pasang)

Keuntungan:
1. Penjualan 100 pasang adalah Rp.5.000.000,-
2. Modal 1.270.000 (indukan, aquarium, dan aerator).
3. Biaya 1.650.000 (biaya selama 5bulan)
4. Keuntungan bersih adalah 2.080.000 pada penjualan pertama....

Kalau ditekuni, bahkan bisa mendapat lebih dari ini. Apalagi kalau selalu upgrade jenis-jenis terbaru saat ini. Pasti banyak peminatnya. Tunggu apa lagi. Ayoo mulai usahamu,



Minggu, 07 Februari 2016

Melihat Besarnya Peluang Dalam Berbisnis Ikan Guppy


Banyak orang yang beranggapan bahwa ikan guppy (atau dahulu sering kita sebut kapi-kapi) itu adalah ikan liar yang berserakan di selokan-selokan depan rumah ataupun sungai-sungai kecil. Hal itu wajar saja, karna keterbatasan pengetahuan orang-orang tersebut hanya sebatas ruang lingkup di sekitar tempat tinggal ataupun lokal. Namun di luar negri, ikan guppy sangatlah populer. Bahkan harganya sangatlah fantastis.
http://1.bp.blogspot.com

Sebenarnya, di Indonesia sudah banyak para peternak yang memproduksi ikan guppy. Hanya saja karna ketebatasan ruang lingkup pasar di dalam negri, hanya sebagian kecil orang yang tahu dan memeliharanya. Tapi sejak 2013 pasar guppy mampu berkembang dengan pesat melalui sistem penjualan Online. 
Jujur, ane sendiri baru beberapa bulan mengeluti bisnis ini dan sudah banyak merasakan nikmat dari bisnis guppy ini. Untuk nominal keuntungan mungkin bisa dibilang 1jt rupiah per minggu. Mantap bukan!!
Mungkin karna basic ane adalah hobby dalam beternak menjadikan ane sangat suka dan tidak merasa bosan dalam beternak guppy. Sebelumnya ane ternak ikan cupang hias, hanya saja membutuhkan kolam2 besar untuk pembesaran, belum lagi ikan cupang harus makan pakan hidup (kutu air, jentik, cacing sutra) yang bisa aja stock pakan hidup tersebut kosong dikarnakan cuaca yang kurang mendukung.
Budidaya guppy itu simple sekali. Bahkan pemulapun bisa memulai dengan hanya membaca panduan ini. Tidak banyak yang harus kita persiapkan, hanya ada 6 hal penting yang harus kita persiapkan. Ane saja dulu banyak mengunakan aquarium bekas ukuran 50x30cm dan 2 buah baskom hitam. Dan sekarang ane sudah ada 50 aquarium ikan yang baru bagus dan rapi.
Bila ditanya seberapa besar peluang guppy ini, ane berani menjawab "SANGAT BESAR". Kenapa? Karna banyak sekali permintaan khususnya dari daerah-daerah ibu kota dan kota-kota besar lainnya. Dan juga perkembangan ikan guppy ini sangatlah cepat.
Jadi jangan banyak bertanya lagi, lebih baik lihat-lihat dahulu dan coba-coba pelajari terlebih dahulu. Siapa tahu rizki agan-agan disini.heehee



Jumat, 05 Februari 2016

Karena Mudah Beranak Maka Bisnis Ikan Guppy Sangatlah Menyenangkan

https://www.google.co.id

Mudah berbiak

Jika ikut kontes, ikan-ikan ini akan dinilai berdasarkan bentuk badan, serit, dan warna. ''Dari faktor warna akan dilihat dari sudut keseimbangan, keserasian, dan polanya,'' papar Margiansyah, anggota klub Mama Guppy.

Harga ikan guppy berkisar Rp 2.500 per ekor bila dibeli dalam partai besar. Sementara itu, harga satuannya mencapai Rp 4.000. Jenis betina justru lebih mahal, ada yang mencapai Rp 50 ribu per ekor. Bila itu guppy impor, harganya melonjak hingga 25 dolar AS tiap pasang.

Tapi, untuk menjual guppy betina, baik Donny maupun Margiansyah sepakat untuk mengambil sikap hati-hati. Pasalnya, bila penjualan guppy betina dilakukan serampangan maka dapat berbuntut buruk berupa harga yang hancur. Mereka hanya mau melepas guppy betina pada sesama hobiis. ''Ini demi menjaga kualitas dan harga,'' kata Donny. Itulah mengapa yang banyak dijual adalah guppy jantan.

Selain enak dilihat, ikan guppy sangat mudah dibudidayakan. Seperti diungkap situs indosiar, bila dibandingkan dengan ikan hias lainnya seperti lou han, mengembangbiakkan ikan jenis guppy tergolong mudah. Karena itulah guppy punya peluang amat besar untuk disilangkan agar dapat melahirkan tipe baru.

Caranya cukup dengan mencampurkan ikan jantan dan betina dewasa yang biasanya berusia minimal tiga bulan dalam satu kolam atau akuarium. Perbandingannya adalah satu ikan jantan untuk lima ikan betina. Hal penting yang harus diperhatikan saat melakukan pengembangbiakan adalah kualitas jantan dan betina.

Bentuk badan yang normal dari ikan jenis ini adalah lurus. Bila bongkok berarti ikan tersebut telah terkena penyakit atau sudah tua. Bentuk ekornya yang khas adalah seperti half-moon (setengah bulan) atau minimal 170 derajat.

Begitu lahir, anak-anak guppy dipisahkan dari induk-induknya. Saat telah berumur 9-14 hari, giliran berikutnya adalah memisahkan jantan dengan yang betina. Cara membedakan jenis kelaminnya sangat mudah. Yang jantan memiliki warna lebih mengkilap atau polos. Sedangkan yang betina berwarna transparan di bagian bawah perutnya. Ukurannya pun jauh berbeda. Yang betina lebih besar dari jantan dengan perbandingan 1,5:1.

Sebagai peternak, Donny mengaku memperoleh omzet sekitar Rp 6 juta tiap bulan untuk produksi rutin. Tapi, terkadang ada pula guppy yang laku sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta sepasang. Ia juga sempat menggarap pasar luar negeri seperti ke Singapura dan AS dengan mengirim sekitar 300 ekor sampai 1.000 ekor.

Mahalnya harga guppy, tambah Donny, tergantung pada kelangkaan, model, dan motif yang menghiasi tubuhnya. ''Semakin bagus, ada karakteristik, dan memiliki karisma, harganya makin mahal,'' tandasnya.

Donny dan Margiansyah sama-sama sepakat bahwa kehadiran guppy seolah menjadi alternatif kejenuhan pecinta ikan hias terhadap lou han. ''Apalagi tampaknya tren lou han mulai menurun,'' kata Margiansyah. neh



Rabu, 03 Februari 2016

Usaha Sambilan Dengan Beternak Ikan Guppy


Variasi corak serta warna tubuh ikan hias guppy sangat beraneka ragam dibanding ikan hias lainnya. Selain dari corak dan warna tubuh, keindahan guppy juga terletak pada corak dan bentuk ekornya yang bermacam-macam, yang paling populer di pasaran adalah bentuk ekor yang lebar, seperti kipas.
Dalam artikel ini akan membahas hal-hal apa saja yang membuat pesona ikan hias mungil ini bisa mendunia. Antara lain jenis guppy ini yang dikelompokkan berdasarkan warna, corak ataupun bentuk ekor indahnya yang beraneka ragam sehingga diadakan kontes untuk mengadu keindahan seekor ikan guppy. Begitu juga dengan kemudahan dalam budidaya, merupakan salah satu pesona guppy yang menarik untuk dibahas.
 
https://www.google.co.id
Di Indonesia, ikan guppy masih dibudidayakan sebagai usaha sambilan. Masih sangat jarang yang mengusahakannya secara serius. Walaupun, sebagai sebuah usaha, budidaya guppy dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Seperti yang saya dapat dari berbagai sumber, dengan modal 15 akuarium berukuran 1 meter atau bila menggunakan kolam semen, sekitar 6 kolam semen berukuran 50x100x200 cm, keuntungan bersih sebesar Rp. 700.000 – Rp 1.000.000 per bulan dapat diraih. Apalagi jika usaha ini dikelola lebih serius lagi, keuntungan yang didapat juga lebih besar. Harga guppy lokal berkualitas dan berumur sekitar 2 bulanan dihargai Rp. 1.000 – Rp. 3.000 per ekor. Bahkan, harga sepasang guppy impor bisa mencapai Rp 100.000 – 200.000. Tergantung dari kualitas guppy itu sendiri. Belum lagi ditambah jika guppy impor tersebut memiliki corak atau model yang terbaru dan langka.
Selain keindahan guppy dapat anda nikmati sendiri, keindahan guppy juga bisa disaksikan di arena kontes, seperti halnya ikan cupang, arwana dan lain-lain. Hingga saat ini, kontes guppy sudah banyak digelar di berbagai penjuru dunia, begitu juga di Indonesia. Walaupun di Indonesia masih jarang mengadakan kontes guppy. Standar umum penilaian guppy umumnya berpatokan pada standar penilaian penggemar guppy di bawah naungan IFGA (International Fancy Guppy International) yang berpusat di Amerika Serikat. Lembaga ini setiap tahunnya menyelenggarakan sekitar lebih dari 10 kontes guppy di Amerika Serikat, dengan rata-rata peserta kontes 400-500 peserta. Kontes ini juga berfungsi untuk berbagi ilmu, bertukar ikan ataupun berbisnis antar peserta atau pengunjung kontes.



Bisnis Budidaya Guppy Dengan Keuntungan Yang Cukup Tinggi


http://www.pojokpitu.com

Peluang bisnis budidaya ikan guppy masih menjanjikan rupiah yang cukup tinggi. Selain pemeliharaan yang relatif mudah, warna dan corak ikan yang menarik, membuat ikan Guppy masih digemari banyak orang.
Di Magetan, Sindu Bayu Permana,  warga Kelurahan Bulukerto menekuni budidaya ikan hias Guppy, semenjak tahun 2010. Tempatnya terbilang sangat sederhana. Ia memanfaatkan ruang kosong di samping rumahnya. Ada beberapa bak air yang dijadikan tempat penangkaran ikan Guppy. Mulai dari kecil hingga berumur dua bulan, atau layak dijual.

Hobby memelihara ikan sejak kecil, mengantarkannya pada bisnis yang bisa menghasilkan rupiah. Ia memang fokus pada budidaya ikan guppy. Selain perawatan yang relatif mudah. Corak ikan yang warna warni, dan bisa dikawin silang,menjadikan ikan ini, tetapi digemari banyak orang.

Dalam sebulan ia bisa menjual ikan guppy hingga 50 pasang. Untuk harga, memang bervariasi, antara Rp 250 hingga satu Rp 1 juta perpasang. Bahkan ikan Guppy yang memenangkan kontes, bisa mencapai puluhan juta rupiah.

"Untuk pemasarannya tidak teralalu repot. Ada yang sudah mengambilnya, dari Solo, Surabaya, Jakarta, hingga luar Jawa. bahkan ikan sempat dikirim ke Amerika," kata Sindu.

Meskipun pemeliharaan mudah, bukan berarti tidak ada tantangan. Musim pancaroba, seringkali membuat ikan Guppy sakit atau stress



Seorang Guppy Lovers Yang Sukses Membudidayakan Ikan Guppy


Hobi Berujung Kecanduan Ikan Guppy
nangimam.blogspot.com
Ilustrasi : Ikan guppy

Suryo Probowo salah satu penghobi ikan hias yang kini juga mulai merintis breeding ikan guppy. Pria asal Solo ini mengaku kecanduan memelihara ikan ini. Awalnya ia hanya membeli beberapa ekor saja jenis tertentu.
 
Namun lamaa kelamaan, setiap kali melihat jenis baru yang belum dimilikinya, ia pun tak tahan ingin memeliharanya.

"Aku sendiri awalnya suka Aqua Scape. Ikan yang bisa dipelihara rame-rame kan guppy. Ya sudah aku beli satu-satu akhirnya sekarang kecanduan, lalu sekalian breeding saja," ungkapnya ditemui saat berkunjung ke kolam breeding milik Agung.


Meski baru setahun mengawali breeding, Suryo sudah sukses membudidayakan beberapa jenis Guppy, antara lain albino full red, redlace, metals, yellow, kobra, galaxy, dan blue.

"Sekarang baru mulai aku pasarkan. Kadang lewat facebook aku foto dan tawarin. Kadang belum dipajang di facebook sudah ada teman yang ngambil. Ya lumayan hasilnya," ujar pria berkacamata ini.



Senin, 01 Februari 2016

Cerita Seorang Pebisnis Ikan Guppy Yang Pernah Gagal


Masuk ke rumah di kawasan Griyo Mapan Sentosa ini, langsung disambut dengan aneka peralatan merawat ikan hias. Termasuk sebuah tabung oksigen yang diletakkan di salah sudut tembok di teras itu. Di sebelahnya, berjajar sebuah wadah plastik berisi air.

http://dprd-sidoarjokab.go.id - Eddy Tjahyono Disamping Usaha Ikan Hiasnya
Di ruang tamu, jangan berharap menemukan sofa atau hiasan laiknya rumah biasa. Masuk ruang tamu disambut deretan akuarium mini berisi koleksi ikan hias guppy milik Eddy Tjahyono. Hobi sekaligus bisnis  ikan akuarium terpopuler didunia itu memang menyulap rumah Eddy menjadi showroom sekaligus peternakan ikan guppy. Biasanya dikenal juga dengan ikan tarung. Di ruang tamu yang cukup luas itu berderet sepuluh rak empat tingkat. Di situ ikan kecil-kecil dengan warna mencolok dan ekor berumbai-rumbai menjadi hiasan menarik.

Tujuh rak diisi akuarium rendah berisi ikan guppy yang terdiri dari jantan, betina maupun anakan. Sedangkan tiga di antaranya terdiri dari akuarium yang berukuran lebih kecil dan dimanfaatkan sebagai display. ”Kalau mau lihat koleksi saya ya di sini ini,” kata Eddy Tjahyono saat ditemui di kediamannya, Selasa (13/4).

Ikan yang memiliki nama latin Poecilia reticulata ini merupakan salah satu spesies ikan hias air tawar yang paling populer. Sering disebut gupi dan dikenal juga sebagai millionfish. Eddy mulai mengenal hobi menguntungkan ini sejak 2007. Kala itu, alumnus Manajemen Pemasaran Universitas Widya Mandala tengah merugi akibat salah perhitungan dalam bisnis lobster air tawar. Dia pun tak ingin bisnisnya terhenti.

Pria yang bekerja di ERA Jatim ini menemukan ikan guppy untuk dicoba. Ikan yang diternakkannya jenis ekslusif. Tren ikan ini lebih stabil ketimbang ikan lohan atau lobster.

Awalnya, upayanya untuk beternak ikan guppy menemui kegagalan. Berkali-kali ikannya mati hingga empat bulan pertama. ”Saya sempat frustasi, untung waktu itu saya pakai ikan jenis galaxy yang harganya murah,” jelasnya. Kini mempunyai 40 jenis.

Untuk diketahui, ukuran ikan guppy cukup mungil sekitar 4 cm untuk betina. Indukan galaxy dijual Rp 50 ribu sepasang, platinum pastel dijual Rp 75 ribu per pasang, Rp 125 ribu untuk jenis full platinum. Yang paling mahal adalah blue moscow albino yang dijual oleh Eddy senilai Rp 350 ribu per pasangnya. Padahal ongkos produksinya tak lebih dari Rp 600 per pasang.

Meski harganya cukup tinggi, namun koleksi Eddy diburu pengoleksi mulai dari Jakarta, Medan, Palembang, Martapura, Balikpapan hingga Deli Serdang dan pedalaman Sintang, Kalimantan Barat. Syaratnya satu. Waktu pengiriman tak lebih dari satu minggu jika tak mau ikannya bermasalah bahkan mati.Tingginya harga yang dipatok Eddy tak lepas dari kualitas kemurnian yang dimiliki koleksinya. Dia mengaku mengimpor dari Thailand untuk indukan ikan koleksinya sehingga anakan yang dihasilkan menjadi ekslusif. ”Kolektor banyak yang mencari koleksi saya,” ujarnya bangga.

Mengawali bisnis yang dimulai sejak 2007 dengan modal Rp 2,5 juta, pria ini bisa menikmati fulus antara Rp 13 juta hingga Rp 15 juta per bulan. Rumahnya yang bertingkat dua dan luas dijadikan peternakan ikan guppy merupakan hasil jerih payahnya. Namun dengan makin banyaknya pebisnis ikan guppy, kini pendapatannya hanya Rp 6 juta per bulan.

Tapi, Eddy boleh berbangga karena dia menjadi satu dari tiga pemain besar di Indonesia di bisnis ikan guppy tersebut. Satu pebisnis berada di Jogjakarta dan satu lagi di Pasuruan. Eddy sebenarnya sudah mendapat pesanan dari luar negeri terkait dengan ikan koleksinya. ”Tapi birokrasinya rumit dan malah memberatkan,” keluhnya. ”Untuk pengiriman order di dalam negeri pun sulitnya minta ampun,” sambungnya.

Pasalnya, pemerintah menerapkan batas minimum ongkos kirim senilai Rp 200 ribu. Belum lagi biaya karantina sekitar Rp 30 ribu. Padahal harga ikan yang dibeli terkadang hanya dua-tiga pasang saja. Jika kolektor memilih membeli galaxy yang hanya Rp 50 ribu per pasang, tentu syarat birokrasi ini memberatkan.

Supaya bisnis berjalan dan kolektor senang, Eddy pun menggunakan langkah penyelamatan . Setelah menyimpan guppy dalam wadah yang aman, ditambahi dengan kerikil sebelum dibungkus di kardus. ”Dengan cara seperti ini, ekspedisi takkan curiga karena mengira barang yang dikirim adalah mainan. Memang ilegal tapi kami terpaksa melakukan hal itu karena birokrasinya berbelit,” tuturnya.

Yang menarik, Eddy tengah berambisi untuk menciptakan sebuah perpustakaan ikan guppy hidup di Indonesia. Niat ini didasari banyaknya ikan guppy yang tak lagi murni karena seringnya peternak Indonesia mengawin-silangkan guppy seenaknya. Jumlahnya di dunia ribuan namun di Indonesia jenisnya diperkirakan masih mencapai ratusan saja.

Diakuinya, untuk menyukseskan ambisinya tersebut membutuhkan modal cukup besar. Pasalnya, indukan yang dibeli dari Thailand harganya sekitar Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta per pasang.
Jika dijual di Indonesia, setelah diternakkan, harganya turun menjadi sepertiganya saja. Eddy mengatakan, memakai akuarium demi menjaga kualitas kemurnian koleksinya. ”Meski sedikit produksinya tapi kualitasnya bagus,” katanya setengah promosi.

Dia  ketat dalam menyeleksi perkawinan ikan guppy agar berkualitas. Salah satu indikasi ikan guppy itu berkualitas untuk betina adalah tubuhnya besar dan tidak bengkok. Sedangkan untuk jantan, coraknya full di seluruh tubuh dan ekornya lebar. ”Mungkin peternakan saya bukan yang paling besar tapi nantinya akan yang paling lengkap,” ujarnya kelahiran 8 Maret 1979 itu.
Siapa yang tidak tahu ikan Guppy, ikan cantik yang penuh warna. Di mata kita ikan ini sering dijadikan sebagai ikan hias. Tetapi berbeda h

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rudypamungkas/ikan-guppy-diharapkan-mampu-menjadi-diversifikasi-umpan-ikan-cakalang_54f7d08da33311c27b8b4e16
Siapa yang tidak tahu ikan Guppy, ikan cantik yang penuh warna. Di mata kita ikan ini sering dijadikan sebagai ikan hias. Tetapi berbeda h

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rudypamungkas/ikan-guppy-diharapkan-mampu-menjadi-diversifikasi-umpan-ikan-cakalang_54f7d08da33311c27b8b4e16
Ikan Guppy Diharapkan Mampu Menjadi Diversifikasi Umpan Ikan Cakalang proses aklimatisasi ikan Guppy Siapa yang tidak tahu ikan Guppy, ikan cantik yang penuh warna. Di mata kita ikan ini sering dijadikan sebagai ikan hias. Tetapi berbeda halnya di mata seorang mahasiswa IPB, Muhammad Zainuddin Lubis. Bersama dengan Dr. Ir. Sri Pujiyati, M.Si ternyata ikan Guppy ini bernilai lebih dari sekedar ikan hias. Dengan menggunakan sebuah alat yang disebut Hydrophone, mereka mengamati karakteristik suara stridulatory gerak ikan Guppy dan mampu menganalisis suara pergerakkan ikan tersebut. “Melalui penelitian ini, kami akan menguji ikan Guppy ini apakah bisa dijadikan sebagai diversifikasi umpan pada ikan Cakalang. Hal ini dimaksudkan agar biaya produksi untuk umpan Cakalang dapat diturunkan bagi para nelayan” ujar Zainuddin. Menurut hasil penelitiannya, ikan Guppy, yang diperlakukan sedemikian rupa dengan menambahkan kadar garam pada lingkungan terkontrol setiap harinya (aklimatisasi), mampu bertahan hidup hingga salinitas lingkungan mencapai 30 ppm dengan nilai intensitas suara -48 dB dan frekuensi 0 sampai 19,6 kHz. Penambahan kadar garam tersebut dilakukan selama 14 hari. Selama itulah ikan Guppy akan melakukan proses penyesuaian fisiologis atau upaya adaptasi terhadap lingkungannya yang baru. Dari 65 ekor ikan Guppy yang digunakan, hanya 10 ekor ikan yang mati hingga hari ke-14 selama proses aklimatisasi. Hal ini cukup membuktikan bahwa ikan Guppy dapat bertahan dalam salinitas yang tinggi, walaupun secara hakikatnya ikan Guppy hidup di air tawar yang kadar salinitasnya sangat rendah bahkan mencapai 0 ppm. Melihat hasil penelitian tersebut, Zainuddin merekomendasikan ikan Guppy untuk dijadikan sebagai diversifikasi umpan ikan Cakalang. Namun demikian, hal ini perlu dilakukan penelitian lanjutan yang dapat memperkuat rekomendasi tersebut. Zainuddin merupakan orang pertama di Indonesia yang melakukan penelitian mengenai karakteristik suara stridulatory gerak ikan Guppy. Sehingga penelitiannya masih perlu diperkuat dengan berbagai penelitian lanjutan. “Metode yang sama perlu dilakukan namun dengan salinitas yang lebih tinggi dan dengan ukuran ikan yang berbeda. Hal ini untuk membuktikan bahwa ikan Guppy benar-benar dapat dijadikan sebagai diversifikasi umpan ikan Cakalang.” ungkapnya.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rudypamungkas/ikan-guppy-diharapkan-mampu-menjadi-diversifikasi-umpan-ikan-cakalang_54f7d08da33311c27b8b4e16
Ikan Guppy Diharapkan Mampu Menjadi Diversifikasi Umpan Ikan Cakalang proses aklimatisasi ikan Guppy Siapa yang tidak tahu ikan Guppy, ikan cantik yang penuh warna. Di mata kita ikan ini sering dijadikan sebagai ikan hias. Tetapi berbeda halnya di mata seorang mahasiswa IPB, Muhammad Zainuddin Lubis. Bersama dengan Dr. Ir. Sri Pujiyati, M.Si ternyata ikan Guppy ini bernilai lebih dari sekedar ikan hias. Dengan menggunakan sebuah alat yang disebut Hydrophone, mereka mengamati karakteristik suara stridulatory gerak ikan Guppy dan mampu menganalisis suara pergerakkan ikan tersebut. “Melalui penelitian ini, kami akan menguji ikan Guppy ini apakah bisa dijadikan sebagai diversifikasi umpan pada ikan Cakalang. Hal ini dimaksudkan agar biaya produksi untuk umpan Cakalang dapat diturunkan bagi para nelayan” ujar Zainuddin. Menurut hasil penelitiannya, ikan Guppy, yang diperlakukan sedemikian rupa dengan menambahkan kadar garam pada lingkungan terkontrol setiap harinya (aklimatisasi), mampu bertahan hidup hingga salinitas lingkungan mencapai 30 ppm dengan nilai intensitas suara -48 dB dan frekuensi 0 sampai 19,6 kHz. Penambahan kadar garam tersebut dilakukan selama 14 hari. Selama itulah ikan Guppy akan melakukan proses penyesuaian fisiologis atau upaya adaptasi terhadap lingkungannya yang baru. Dari 65 ekor ikan Guppy yang digunakan, hanya 10 ekor ikan yang mati hingga hari ke-14 selama proses aklimatisasi. Hal ini cukup membuktikan bahwa ikan Guppy dapat bertahan dalam salinitas yang tinggi, walaupun secara hakikatnya ikan Guppy hidup di air tawar yang kadar salinitasnya sangat rendah bahkan mencapai 0 ppm. Melihat hasil penelitian tersebut, Zainuddin merekomendasikan ikan Guppy untuk dijadikan sebagai diversifikasi umpan ikan Cakalang. Namun demikian, hal ini perlu dilakukan penelitian lanjutan yang dapat memperkuat rekomendasi tersebut. Zainuddin merupakan orang pertama di Indonesia yang melakukan penelitian mengenai karakteristik suara stridulatory gerak ikan Guppy. Sehingga penelitiannya masih perlu diperkuat dengan berbagai penelitian lanjutan. “Metode yang sama perlu dilakukan namun dengan salinitas yang lebih tinggi dan dengan ukuran ikan yang berbeda. Hal ini untuk membuktikan bahwa ikan Guppy benar-benar dapat dijadikan sebagai diversifikasi umpan ikan Cakalang.” ungkapnya.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rudypamungkas/ikan-guppy-diharapkan-mampu-menjadi-diversifikasi-umpan-ikan-cakalang_54f7d08da33311c27b8b4e16



Berawal Dari Hobby Kemudian Menjadi Pebisnis

Inspirasi bisnis dapat berasal dari mana saja, banyak pebisnis menemukan inspirasi dari kesenangan akan sesuatu yang biasa disebut dengan hobi. Sindu Bayu Pernama salah satunya. Ia hobi memelihara ikan sejak masih kecil. Bahkan tak disangka hobi itu mengantarkannya ke dunia bisnis yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Saat itu Sindu layaknya seorang anak kecil bermimpi ingin mempunyai toko ikan hias.
Bisnis Ikan Gupi Bisnis Berawal dari Mimpi
http://majalahtower.com
 Setiap ditanya tentang cita-citanya, ia selalu menjawab ingin mempunyai toko ikan hias. Sejak itulah Ia mulai mengoleksi berbagai macam ikan hias dalam akuarium miliknya. “Ketika pulang sekolah saya selalu berkunjung ke sebuah toko ikan, uang saku untuk jajan saya sisihkan untuk membeli ikan hias,” katanya.

Dari hari ke hari kecintaanya akan ikan hias jatuh pada pilihan jenis ikan Guppy. Ikan kecil dengan berbagai corak dan warna ini mengambil hatinya. Ia pun mulai mempelajari karakteristik dari ikan Guppy dari berbagai artikel dan forum. Ditengah-tengah perkuliahannya di kota Solo, Sindu masih menyempatkan diri untuk belajar budidaya ikan Guppy. “Di Solo saya bertemu dengan Nanang, teman yang juga hobi memelihara ikan. Dari obrolan-obrolan seputar ikan hias tersebut, akhirnya saya memupuk keberanian untuk mengembangkan usaha ternak ikan hias ini,” terangnya.

Awalnya ia membeli sepasang ikan Guppy yang kemudian ia ternakkan. Setelah berhasil membudidayakan beberapa ikan Guppy, kemudian ia tawarkan hasil budidaya tersebut kepada teman-teman sekantor. Hingga akhirnya ada yang tertarik dengan ikan hias Guppy dan memborong ikan hasil budidayanya. “Kebetulan ada beberapa teman yang tertarik dan membeli sebagian besar hasil budidaya ikan Guppy yang saya miliki,” ucapnya bangga.

Bisnis Ikan Gupi Bisnis Berawal dari Mimpi
http://majalahtower.com
Lanjut Sindu, Ia mulai masuk ke forum dunia ikan Guppy semakin membuka wawasannya tentang ikan Guppy. Lewat forum-forum tersebut ia mulai membeli bibit ikan Guppy yang memiliki harga jual tinggi dan mulai membudidayakannya. Melalui forum-forum itu juga ia menawawarkan ikan Guppy hasil budidayanya tersebut. Diluar dugaan, ikan hasil budidaya itu mendapat respon positif dari pasar. Permintaan dan pesanan mulai berdatangan.

“Di forum saya berhasil memasarkan ikan hasil ternak sendiri. Responnya cukup besar, banyak kolektor ikan hias mulai membeli hasil budidaya ikan Gupy yang saya tawarkan,” jelasnya.

Bisnis Ikan Gupi Bisnis Berawal dari Mimpi
http://majalahtower.com
Kisaran harga perpasang ikan Guppy ini antara 400 ribu hingga 1 juta rupiah. Tergantung dari jenis dan ras ikan hiasnya. Dalam sebulan Sindu berhasil menjual sekitar 50 pasang ikan Guppy. Pelanggannya pun dari berbagai daerah, mulai dari kota sekitar Magetan hingga Bandung dan Surabaya. Kini dilahan terbatas didekat dapur dan seputaran rumahnya dijadikan tempat untuk membudidayakan ikan hias Guppy. Tak disangka mimpinya ketika masih kecil menjadi kenyataan.