Tampilkan postingan dengan label ternak ikan guppy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ternak ikan guppy. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Februari 2016

Semudah Apa Sih Membudidayakan Ikan Guppy?

Ikan Guppy sangat mudah untuk dibudidayakan atau diternakan, tidak ada salahnya dong apabila hobi kita dapat menghasilkan juga. Ikan kecil yang indah ini memang banyak sekali penggemarnya bahkan tidak hanya di Indonesia saja, ikan yang merupakan jenis famili Pocilidae ini walaupun kecil tapi penampilannya yang sangat memukau dan indah untuk dilihat itulah alasan utama kenapa ikan guppy banyak diminati penghobi ikan hias.

http://i50.tinypic.com/29m0h83.jpg
Bagi para pecinta ikan hias, ikan guppy adalah ikan yang sudah tidak asing lagi karena cirinya yang cukup menonjol dibanding ikan hias lainnya, ciri tubuhnya yang memiliki ekor yang melebar dengan corak warna yang cukup kontras dan mencolok itulah ikan ini selalu menjadi pusat perhatian bagi yang melihatnya.

Namun bagi anda yang sudah banyak mengoleksi ikan Gupyy ini dan senang memeliharanya, anda bisa juga melakukan ternak atau membudidayakan ikan gupyy ini karena cukup mudah untuk dikembangbiakan. Bahkan apabila anda mampu membudidayakannya dengan maksimal hal ini bisa menjadi keuntungan yang luar biasa, kenapa? karena selain anda dapat menyalurkan hobby anda juga tentunya akan mendapatkan penghasilan yang tidak sedikit.

Ok, supaya tidak penasaran apa saja langkah - langkah cara budidaya ikan guppy atau ternak guppy ini, langsung saja lihat di bawah ini:

Pemilihan induk


Cara membedakan induk jantan dan induk betina dengan melihat bentuk tubuh dan warnanya. Induk jantan berwarna tajam dan tubuhnya ramping sedangkan induk betina tubuhnya pendek dan gemuk serta warna tubuhnya buram.

Pemijahan


Persiapan pemijahan :  Wadah untuk pemijahan berupa bak tembok atau bak plastic berukuran 1 x 1 x 0,5 m, 2 x 1 x 0,5 m atau 4 x 4 x0,5 m dengan tinggi air 25-40 cm dan aerasi lemah. Air yang digunakan untuk pemijahan memiliki pH 6-7 dan suhu 24-28oC. Substrat yang digunakan untuk tempat induk bercumbu dan menempelkan telur berupa hydrilla.
Proses pemijahan :  Pemijahan berlangsung secara massal dengan rasio jantan dan betina 1: 2 dengan padat tebar 15 ekor/50 liter air. Pemijahan ditandai dengan guppy jantan yang mengejar-ngejar betina dan selalu “menanduk-nanduk” bagian anus betina serta terkadang menempelkan badannya ke badan betina. Setelah 4-7 hari, biasanya anak-anak ikan guppy berenang d permukaan air. Setelah itu, dapat dipisahkan dari induknya.
Perawatan telur, larva dan anak : Untuk menghindari serangan jamur, pada media mepeliharaan telur dilarutkan MGO dan MB. Setiap induk dapat menghasilkan 10-50 ekor, anak ikan tersebut kemudian  dipindahkan ke wadah lain yang telah dipisahkan. Pakan yang diberikan berupa infusoria sampai berumur 5-7 hari. Untuk melindungi anak ikan maka pada wadah pemeliharaan diberikan eceng gondok atau tanamaan air berupa hydrilla.



Ini Nih Tips Pintar Dan Praktis Dalam Beternak Ikan Guppy


Cara Budidaya Guppy
http://1.bp.blogspot.com
Bagi beberapa pecinta ikan, mungkin ada yang tertarik untuk beternak guppy. Untuk membudidayakan ikan hias guppy ini sebenarnya tak terlalu sulit, karena ikan guppy ini dapat hidup di berbagai jenis kondisi air, namun untuk mendapatkan hasil dan kwalitas ikan guppy yang baik kita mesti memperhatikan beberapa faktor, diantaranya yaitu kondisi air, jenis makanan dan kepadatan ikan.
Media untuk membudidayakan ikan guppy ini bisa dilakukan di dalam kolam bak semen, kolam terpal, bisa juga memanfaatkan tempat tertentu seperti Drum kaleng, drum plastik, dan bisa juga memakai bak & ember plastik. Ikan guppy tidak memerlukan kolam yang terlalu dalam karna ikan guppy hidupnya di permukaan air, ketinggian air cukup 40 cm dari dasar kolam, tapi harus tetap diperhatikan kepadatan ikan, jangan sampai terlalu padat, kondisi idealnya 1 liter air untuk 5 ekor ikan.
Untuk penggantian air cukup 1 minggu sekali diganti, namun tak perlu semuanya, cukup separonya saja yang diganti, usahakan air yang dibuang adalah air yang di dasar kolam dengan asumsi kotoran ikan & sisa makanan bisa ikut terbuang sehingga kondisi kolam jadi bersih dan air pengganti merupakan air yang sudah tua atau air yang sudah diendapkan minimal sehari semalam.
Untuk menjaga kestabilan PH air dalam kolam sebaiknya diberi tumbuhan air, seperti eceng gondok, teratai air dan tanaman sejenisnya, sedang untuk akar tumbuhan tersebut memiliki fungsi sebagai tempat persembunyian anakan guppy agar tidak dikanibal oleh guppy dewasa. Guppy pejantan & Indukan betina lebih baik dipisahkan dalam kolam tersendiri, disatukan dalam satu kolam di saat perkawinan saja.
Pilihlah Indukan yang sehat, gerakannya lincah, ukuran yang relatif besar namun usahakan ekor indukan yang berwarna dan sayapnya lebar. Untuk pejantan usahakan mengambil ikan guppy yang sejenis dengan jenis betina, dengan harapan menghasilkan burayak yang sejenis, sehingga menjaga Strain aslinya. Pilihlah pejantan yang warna sayap ekornya cerah, geraknya juga tampak lincah.
Setelah indukan & pejantan dipilih masukan dalam kolam perkawinan, perbandingan antara pejantan dan betina yaitu 1 : 3, setelah indukan dibuahi biasanya perut akan membuncit, usahakan agar indukan yang telah hamil kita pisahkan tersendiri ke kolam khusus persalinan, bisa juga menggunakan wadah-wadah kecil khusus untuk persalinan indukan.
Berilah makanan yang cukup untuk Indukan yang telah dibuahi sehari tiga kali pagi, siang & sore hari. Indukan guppy siap melahirkan jika perut sudah membesar, gerakan sudah lambat dan ada tanda seperti titik hitam pada kelaminnya, biasanya calon burayak tampak jelas di dalam perut indukan. Setelah burayak lahir dan sudah terlihat mulai berenang lebih baik dipisahkan dalam kolam tersendiri.
Ternak guppy ini tentunya akan membuka pasar bisnis baru para pecinta ikan. Semoga tulisan Teknik dan Cara Budidaya Ikan Hias Guppy bisa membantu.



Selasa, 02 Februari 2016

Karirnya Diawali Sebagai Penetas Ikan Lele Dan Berlanjut Sebagai Peternak Guppy

http://www.medanbisnisdaily.com - Gobi Merak Jerman

Tak perlu harus merogoh kocek yang besar untuk dapat membudidayakan ikan guppy atau ikan yang akrab disebut ikan gobi merak jerman. Cukup dengan memanfaatkan sejumlah perlengkapan sederhana, ikan hias bertubuh mungil namun berekor mekar dan berwarna-warni ini sudah dapat dikembangbiakkan.  
Setidaknya, begitulah yang dilakukan Mansyur, seorang pembudidaya ikan gobi merak jerman di Jalan Sani Mutalif, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Hanya dengan bermodalkan beberapa bak berukuran 2x3 meter kubik serta beberapa unit aquarium, ia pun sukses menjadi salah seorang pemasok ikan gobi merak jerman ke berbagai daerah dan sejumlah pedagang di Sumatera Utara (Sumut).

Apa yang kini digeluti oleh, Mansyur sebenarnya sama sekali tidak pernah terbayangkan dan direncanakannya. Pasalnya, di awal karirnya sebagai pembudidaya ikan, ia hanya merupakan seorang pembudidaya khusus untuk penyedia bibit (penetas) ikan lele yang dipasok ke berbagai peternak pembesaran lele yang ada diwilayah Sumut.

Namun, seiring berjalannya waktu, dengan sedikit demi sedikit bertambahnya relasi bisnis, begitu juga dengan permintaan yang jatuh padanya pun ikut semakin meningkat. Sebagian dari para pelanggannya mulai melayangkan permintaan untuk mendapatkan pasokan ikan hias termasuk di dalamnya ikan gobi merak jerman.

"Awalnya saya hanya membudidayakan penetasan lele saja untuk dijadikan bibit. Tetapi karena permintaan yang datang semakin tinggi, saya pun mulai berusaha untuk menyediakan jenis ikan hias yang bervariasi," ungkapnya kepada MedanBisnis, Minggu (2/3) lalu di lokasi pembudidayaannya.

Dari sekian banyak variasi ikan hias yang ada, salah satunya yang bikin hati Mansyur kepincut ialah ikan gobi merak jerman. Bermodalkan 10 ekor ikan betina dan 5 ekor ikan gobi merak jerman jantan, ia pun memanfaatkan salah satu bak dari sekian banyak bak miliknya untuk memulai eksperimen pembudidayaan.

Hasilnya, tanpa harus melakukan perlakuan yang khusus dalam membudidayakannya, pria yang telah menjadi pembudidaya ikan air tawar dari berbagai jenis selama 11 tahun ini pun mendapatkan hasil yang cukup memuaskan.

"Ikan gobi merak jerman yang saya kawinkan ternyata menghasilkan ribuan benur (anak), yang masing-masing betina dapat menghasilkan 50 sampai 100 ekor," jelasnya.
Selanjutnya, dalam tempo 2 tahun menggeluti pembudidayan ikan gobi merak jermannya itu, kini Mansyur telah memiliki ribuan ekor ikan gobi merak jerman dan juga sejumlah pelanggan tetap mulai dari Aceh, Jambi, Riau, Sumbar, dan seputaran wilayah Sumut.

"Awalnya butuh waktu sekitar 1,5 bulan untuk beranak. Namun selanjutnya, per 2 minggu sekali, ikan ini akan terus beranak. Padahal, kita hanya memberikan kiambang saja di dalam bak, serta terus menjaga sirkulasi airnya agar tetap berjalan dengan baik," ungkapnya.

Lebih lanjut diungkapkan Mansyur, tingkat kegagalan dalam melakukan pembudidayaan ikan gobi merak jerman ini pun sangat minim. Bahkan, dari seribu ekor anak yang dihasilkan, paling banter hanya 10 ekor yang gagal untuk terus bertahan hidup.

Tak hanya di situ, pola makannya juga sangat mudah dan praktis. Cukup dengan diberikan pakan pelet dan cacing sutra saja secara bergantian dalam dua hari sekali, Mansyur meyakini, siapapun yang melakukan pengembangbiakan ikan gobi merak jerman ini dipastikan akan berhasil.

"Yang penting, dalam memberinya makan jangan terlampau banyak dan terlampau sedikit. Sebab, jika kebanyakan atau kekurangan, ikan gobi merak jerman ini akan rentan dengan kematian," pungkasnya.



3 Faktor Penting Dalam Budidaya Ikan Guppy

https://www.google.co.id
Untuk membudidayakan ikan hias guppy tidak terlalu sulit, karena pada dasarnya ikan guppy dapat hidup di berbagai jenis kondisi air, namun untuk mendapatkan hasil dan kwalitas ikan guppy yang baik kita mesti memperhatikan beberapa faktor, diantaranya kondisi air, jenis makanan serta kepadatan ikan.

Sarana untuk membudidayakan ikan guppy dapat dilakukan di dalam kolam bak semen, kolam terpal, bisa juga memakai wadah wadah tertentu seperti drum kaleng,drum plastik, atau bisa juga memakai bak dan ember plastik.

Ikan Guppy tidak membutuhkan kolam yang terlalu dalam karna pada dasarnya ikan guppy  hidupnya di permukaan air, ketinggian air cukup 40cm dari dasar kolam, namun harus diperhatikan kepadatan ikan, jangan sampai terlalu padat, kondisi idealnya satu liter air untuk lima ekor ikan. Untuk penggantian air cukup satu minggu sekali diganti, namun tidak perlu semuanya cukup setengahnya saja yang diganti, usahakan air yang dibuang adalah air yang didasar kolam dengan asumsi kotoran ikan dan sisa makanan dapat ikut terbuang sehingga kondisi kolam jadi bersih dan air pengganti adalah air yang sudah tua atau air yang sudah diendapkan  minimal sehari semalam.
Untuk menjaga kestabilan PH air di dalam kolam sebaiknya dikasih tumbuhan air, bisa eceng gondok, teratai air atau sejenisnya, sedangkan akar tumbuhan tersebut dapat berfungsi sebagai tempat persembunyian anakan guppy agar tidak di kanibal oleh guppy dewasa.

https://www.google.co.id
Sebaiknya Guppy pejantan dan Indukan betina dipisahkan dalam kolam tersendiri, disatukan dalam satu kolam pada saat perkawinan saja.

Pilih Indukan yang sehat, gerakan yang lincah, ukuran yang relatif besar dan usahakan ekor indukan yang berwarna dan sayap lebar. Untuk pejantan usahakan mengambil ikan guppy yang sejenis dengan jenis betina, dengan harapan menghasilkan burayak yang sejenis, sehingga menjaga Strain aslinya. Pilih Pejantan yang warna sayap ekornya cerah, geraknya juga lincah.

Setelah indukan dan pejantan dipilih masukan ke dalam kolam perkawinan, perbandingan antara pejantan dan betina 1 : 3, setelah indukan dibuahi biasanya perut mulai buncit, usahakan agar indukan yang telah hamil di pisahkan tersendiri ke kolam khusus persalinan atau bisa juga menggunakan wadah wadah kecil khusus untuk persalinan indukan.

Beri makan yang cukup Indukan yang telah dibuahi sehari tiga kali pagi, siang dan sore hari. Indukan Guppy siap melahirkan bila perut sudah membesar, gerakan sudah lambat dan ada tanda seperti titik hitam pada kelaminnya, terkadang calon burayak tampak jelas di dalam perut indukan. Setelah burayak lahir dan sudah terlihat mulai berenang sebaiknya di pisahkan dalam kolam tersendiri.



Senin, 01 Februari 2016

Tolok Ukur Keberhasilan Budidaya Ikan Guppy

Kesuksesan budidaya ikan guppy ditandai dengan banyaknya telur yang menetas berjenis kelamin jantan. Dalam budidaya ikan guppy, banyaknya ikan guppy jantan adalah ikan hias yang dicari oleh penghobi ikan. Selanjutnya, perlu dilakukan pemeliharaan yang baik agar ikan guppy jantan dapat memiliki keindahan warna dan keelokan sirip dan ekor yang panjang menjuntai.

Kesuksesan budidaya ikan guppy ditandai dengan banyaknya telur yang menetas berjenis kelamin jantan. Foto: www.thinkfish.co_.uk
Kesuksesan budidaya ikan guppy ditandai dengan banyaknya telur yang menetas berjenis kelamin jantan. Foto: www.thinkfish.co_.uk

Pada budidaya ikan guppy, pertumbuhan ikan ditentukan sejak awal melalui pemberikan pakan yang tepat. Dalam budidaya ikan guppy, ikan yang baru menetas belum perlu diberi pakan tambahan. Hal ini dikarenakan di dalam perut ikan guppy masih terdapat persediaan makan dari induknya yang cukup untuk 3 hingga 5 hari.

Barulah setelah masa itu, ikan guppy diberi pakan berupa artemia atau kutu air, yakni daphnia dan moina yang telah disaring. Selanjutnya, untuk mempertegas warna dan kecemerlangan kulit ikan guppy, setelah 20 hari berikan kuning telur rebus dan cacing sutra sebagai pakan tambahan. Pada usia 20 hari inilah kita dapat membedakan antara ikan guppy jantan dan ikan guppy betina.


Tahapan Yang Dilakukan Dalam Beternak Ikan Guppy

imgarcade.com
Budidaya ikan guppy dapat dilakukan oleh siapa saja baik anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga orang tua. Hal ini dikarenakan budidaya ikan guppy sangat mudah dan tak memerlukan penanganan khusus. Untuk memulai budidaya ikan guppy siapkan dahulu peralatannya. Adapun peralatan untuk budidaya ikan guppy adalah tempat pemeliharaan, dapat berupa bak semen, bak plastic, akuarium, toples atau botol dari kaca atau plastik, ember, dan sejenisnya. Kemudian, aerator atau filter udara, dan tanaman air.

Dalam budidaya ikan guppy tempat pemeliharaan harus dibedakan berdasarkan fungsinya, apakah untuk menyimpan indukan, tempat perkawinan atau pemijahan, tempat penetasan, atau tempat pemeliharaan. Pada budidaya ikan guppy ukuran dan jumlah wadah ini dapat bervariasi sesuai jumlah ikan yang diternakkan. Adapun ketinggian air pada bak atau akuarium budidaya ikan guppy adalah minimal 30 centimeter. Sementara akuarium pembibitan pada budidaya ikan guppy diisi air dengan kedalaman di atas 50 centimeter.

Kesuksesan budidaya ikan guppy salah satunya ditentukan oleh pemilihan indukan yang berkualitas. Induk jantan dan betina dapat dibedakan secara kasat mata dari penampilannya. Ikan guppy jantan memiliki warna yang cerah, tubuh langsing dengan sirip dan ekor yang panjang berkibar. Sementara induk ikan guppy betina memiliki warna yang lebih kusam dengan bentuk badan yang membulat dan lebih besar dari ikan guppy jantan. Induk ikan guppy yang siap melakukan pemijahan adalah yang berusia lebih dari 4 bulan.

Pada budidaya ikan guppy, dalam satu akuarium pemijahan berukuran 1 kali 0,5 meter dapat diisi 30 ikan guppy yang terdiri dari 10 pejantan dan 20 ekor betina. Sediakan tanaman air sebagai tempat ikan bercumbu dan menetaskan telurnya. Proses pemijahan berlangsung antara 4 hingga 7 hari. 

Pada budidaya ikan guppy, embrio tumbuh di dalam perut induk ikan guppy hingga siap dilahirkan. Panjang kehamilan antara 3 hingga 4 minggu. Adapun ciri ikan guppy yang hamil, terdapat tanda daerah gelap di bagian bawah anus dan perut mengembung. "Dalam satu periode ikan guppy dapat melahirkan 3.000 hingga 10.000 telur."

Pada budidaya ikan guppy, embrio tumbuh di dalam perut induk ikan guppy hingga siap dilahirkan. Foto: www.pinterest.com
Pada budidaya ikan guppy, embrio tumbuh di dalam perut induk ikan guppy hingga siap dilahirkan. Foto: www.pinterest.com
Telur ikan guppy yang telah menetas dipelihara di akuarium yang ditempatkan di ruang terbuka agar mendapat sinar matahari untuk mendapatkan warna ikan guppy yang cemerlang. Tanaman air diperlukan sebagai tempat perlindungan ikan guppy, berikan pula aerasi untuk menjaga kualitas air dan udara di akuarium.



Banyak Pecinta Ikan Hias Membudidayakan Ikan Guppy Karena Sangat Mudah

http://tips-ukm.com

Mudah dan cepatnya budidaya ikan guppy menyebabkan ikan ini dijuluki si million fish. Budidaya ikan guppy disebut demikian karena dalam tempo singkat ikan ini dapat berbiak dengan sangat cepat. Budidaya ikan guppy yang berawal hanya dari sepasang ikan saja dalam tempo satu tahun dapat mencapai ribuan ekor. Hal ini telah dibuktikan oleh ilmuwan barat, yakni Dr Herbert R Axelrod dan Wilfred Whitern. Menurut penelitian mereka dalam yang dibukukan dalam buku Guppies disebutkan bahwa sepasang guppy yang dibiarkan saja berkembang biak dalam lingkungan yang aman dengan makanan yang cukup dalam satu tahun jumlahnya dapat mencapai tiga ribu ekor.
Budidaya ikan guppy yang berawal hanya dari sepasang ikan saja dalam tempo satu tahun dapat mencapai ribuan ekor. Foto: www.practicalfishkeeping.co_.uk
Budidaya ikan guppy yang berawal hanya dari sepasang ikan saja dalam tempo satu tahun dapat mencapai ribuan ekor. Foto: www.practicalfishkeeping.co_.uk
Budidaya ikan guppy  menarik penghobi ikan yang menyukai keindahan warna, corak dan penampilan anggun dari ikan guppy jantan. Foto: imgarcade.com
Budidaya ikan guppy menarik penghobi ikan yang menyukai keindahan warna, corak dan penampilan anggun dari ikan guppy jantan. Foto: imgarcade.com
Budidaya ikan guppy di Indonesia pada awalnya digalakkan sebagai bagian dari strategi pemberantasan nyamuk malaria dan demam berdarah. Budidaya ikan guppy dilakukan dengan melepasliarkan ikan yang mudah berkembang biak ini ke danau, sungai-sungai dan saluran air yang relatif tenang dimana jentik-jentik nyamuk biasa tumbuh dan berkembang. Budidaya ikan guppy kemudian menarik penghobi ikan yang menyukai keindahan warna, corak dan penampilan anggun dari ikan guppy jantan.



Langkah-Langkah Beternak Ikan Guppy Untuk Hasil Yang Baik


Seperti halnya dengan ikan cupang, ikan guppy yang tidak sedikit di minati serta harganya lebih mahal ikan jantannya, lantaran mempunyai warna serta sirip yang panjang dan bervariasi. Perbedaan harga antara ikan guppy jantan dan betina tersebut menuntut adanya pebisnis ikan hias guppy buat membuahkan ikan guppy yang jantan supaya mendapat keuntungan yang lebih.



Tips Cara Membudidayakan Ikan Guppy
http://2.bp.blogspot.com - Tips Cara Membudidayakan Ikan Guppy
Di peroleh sesudah ikan berusia 4 bulan. Buat menyetarakan perkawinan musim pemeliharaan induk di lakukan di wadah terpisah. Makanan yang di berikan berupa larva Chironomus (chu merah) serta Daphnia (kutu air), yang di berikan dua kali sehari. Perubahaan air dilakukan 2-3 hari sekali sejumlah 20-30% volume wadah pemeliharaan.

http://3.bp.blogspot.com - Berpasangan
Ikan guppy di kawinkan baik dengan cara berpasangan ataupun dengan cara massal bersama perbandingan antara induk jantan dan betina 1 : 1, sebab perkawinan ikan guppy dengan cara massal belum pasti berlangsung seluruh terhadap hari pertama sesudah di campurkan, sehingga kebanyakan lama pencampuran 4-7 hari. pada biasanya tatkala tersebut ikan guppy telah kawin maka ikan betina mampu di pisahkan dari induk jantannya supaya tak terganggu oleh induk jantan. Induk betina yangtelah kawin tersebut di pelihara di wadah akquarium atau di bak yang dikasih aerasi.

http://2.bp.blogspot.com - induk betina yang hamil
Sesudah dua pekan dari saat pemisahan induk, telah bakal didapati induk betina yang hamil secara menonton adanya daerah gelap terhadapsektor belakang sirip serta perutnya sedikit membengkak. Induk ikan yang tak hamil diambil lalu dimasukkan ke dalam wadah pemeliharaan induk, sementara induk yang hamil dibiarkan disatukan ke wadah yang lain.

http://2.bp.blogspot.com - Anak ikan gupi
Jumlah anak guppy dari tiap - tiap kelahiran berkisar antara 50-200 ekor dengan perbandingan type kelamin seputar 1 : 1. Anak ikan gupi yang lahir di pisah dari induk biar tak berjalan persaingan dalam mendapati makanan. di luar itu, supaya induk tersebut meraih makanan yang pas maka kehamilan keduanya sanggup membuahkan anak dengan jumlah yang maksimal. Anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan. Sesudah berusia satu hari, anak ikan dikasih makan naupli Artemia atau kutu air yang kecil. Pemeliharaan anak ikan gupi sebaiknya diruang yang sanggup terkena sinar matahari supaya warnanya cemerlang. Wadah pemeliharaan anak ikan mampu berupa bak beton atau bak plastik yang lumayan luas yang dilengkapi dengan system aerasi. Perubahaan air di lakukan tiap - tiap dua hari sekali jumlahnya 20-30% volume wadah pemeliharaan.

http://3.bp.blogspot.com - Jantan
http://2.bp.blogspot.com - Betina
Seleksi kategori kelamin mampu di sesudah anak ikan guppy berusia satu bulan secara menonton ciri kelamin sekundernya seperti sirip ekor lebih panjang, warna lebih bagus serta sirip anak yang runcing. Sebagian besar anak ikan betina yang dihasilkan mampu dipasarkan sisanya mampu di pelihara lebih lanjut buat dijadikan calon induk.

Teknik yang dapat dimanfaatkan buat membuahkan seluruh ikan guppy jantan yaitu bersama mengarahkan diferensiasi kelaminnya memanfaatkan hormon jantan (androgen) seperti 17a-methyltestosteron. Sebab ikan guppy ini melahirkan anak dengan diferensiasi kelaminnya berlangsung pada di waktu masihlah di dalam perut induknya, sehingga pemberian hormon yang dilakukan pada waktu induk hamil. Dosis hormon yang di berikan merupakan 2 mg/l air perendaman dengan lama perendaman 24 jam. Kiat pelaksanaan larutan hormon sama seperti pengerjaan larutan hormon terhadap ikan cupang, yakni hormon dilarutkan lebih-lebih dulu dengan alkohol 70% lalu kemudian dicampurkan bersama air yang bakal difungsikan merendam. Terhadap tiap-tiap satu liter air yang telah dikasih hormon bisa merendam 3 ekor induk yang telah hamil, baik hamil mula-mula ataupun kepada hamil ke-2. Perendaman kepada waktu hamil pertama dilakukan sesudah 14 hari dari saat pemisahan antara induk jantan serta betina, sedangkan perendaman hamil ke-2 dilakukan sesudah 14 hari dari waktu melahirkan pertama. Tatkala aktivitas perendaman, kedalam air perendaman ikan terus dikasih aerasi. Jumlah anak yang di hasilkan dari perlakuan tak berlainan atau sama dengan ikan yang tak dikasih hormon serta anak yang dihasilkan bisa seluruh jantan (100%).

Demikianlah tentang Tips Cara Membudidayakan Ikan Guppy semoga dapat bermanfaat untuk anda. Sekian dan terimakasih.



Minggu, 31 Januari 2016

Ada Beberapa Tahapan Yang Harus Dilakukan Dalam Beternak Ikan Guppy

Cara Budidaya Ikan GUPPY ( Poecilia reticulata )

http://3.bp.blogspot.com - Ikan guppy dengan keindahan ekor dan warna yang sangat indah
Guppy ( poecilia reticulata ) termasuk  ikan hias yang mudah di kawinkan sepanjang tahun tanpa mengenal musim dan tidak membutuhkan perlakuan khusus, asalkan airnya dan tidak terlalu padat. Pada air yang kesadahanya kurang, guppy masih bisa berkembang biak. Namun, kualitas ikan lebih bagus, baik warna dan bentuk ekor, sebaiknya kualitas airnya sesuai dengan persyaratan airnya.
PEMILIHAN INDUK
Untuk membedakan induk betina dan jantan tidak sulit. Seperti halnya cupang, warna tubuh guppy jantan  jauh lebih bagus dibanding betina. Guppy jantan badannya ramping, sirip ekornya sangat lebar dengan warnanya yang sangat indah dan kontras, sirip punggungnya lebih panjang, dan kelaminya menonjol. Sementara guppy betina lebih betina dan agak buncit, warna sirip ekor kurang kontras, sirip punggung lebih pendek, dan kelaminya hanya berbentuk lubang biasa.
Kendati mudah di bedakan, dalam memilih induk guppy sebenarnya agak susah, terutama pada betina karena sering kali kali terjadi induk betina yang dikawinkan sudah hamil tanpa di ketahui asal usul dan kualitas jantan yang menghamilinya. Hal ini tentu menyebabkan keturunan yang dihasilkan tidak terjamin kualitasnya. Dengan demikian, satu-satunya cara untuk mendapatkan induk guppy yang bagus dengan membeli calon induk ( Bakalan ) yang bisa di percaya dan di yakini belum pernah kawin, kemudian dipasangkan dengan jantan yang telah diseleksi. induk guppy yang pantas dikawinkan adalah yang berumur 3 sampai 4 bulan dengan ukuran induk jantan telah mencapai panjang 3 sampai 4 cm dan betina 4 sampai cm.
 
http://1.bp.blogspot.com

PEMIJAHAN INDUK
Guppy berukuran relatif kecil sehingga pemijahannya tidak memerlukan tempat yang luas. Pemijahan dilakukan di dalam akuarium atau bak semen ukuran 1 m x 2 m. Tanaman air tidak terlalu dibutuhkan, tetapi dapat ditambahkan asalkan tidak terlalu banyak. Suhu air optimal untuk pemijahannya 23 sampai 26 derajat celcius, dengan pH lebih dari 7 dan kesadahan air lebih rendah. Aliran air yang dibutuhkan dalam pemijahan tidak perlu besar cukup sebesar lidi saja. Kedalam bak ukuran 1 m x 2 m dapat dimasukkan hingga 200 ekor betina dan diperlukan kira-kira 20 ekor jantan. Bila menggunakan akuarium lebih besar, cukup di isi 50 ekor betina dengan 5 ekor jantan. Setiap induk biasanya mampu menghasilkan 20 sampai 50 ekor anak. Perkawinannya dapat terjadi setiap waktu tidak tergantung musim. Induk kembali matang telur siap kawin dalam jangka waktu sebulan sejak melahirkan anak terakhir.
Menurut para pakar, dalam sekali berhubungan, sperma induk jantan dapat bertahan dalam tubuh induk betina hingga 6 bulan. Ini berarti selama 6 bulan induk betina masih dapat melahirkan anak walaupun tidak dikawini induk jantan.

PEMELIHARAAN PASCA PEMIJAHAN
Benih mulai terlihat pada hari ke-7 sampai 8 sejak induk dilepaskan, tetapi semua induk betina beranak berbarengan. Oleh karena itu, secara bertahap benih bisa diambil 2-3 hari sekali dan langsung di pelihara dalam bak pendederan, jangan di tunggu terlalu lama sampai semua induk melahirkan. Benih yang akan dipelihara dalam bak pendederan sebaiknya dilepaskan pagi atau sore hari disaat suasana tidak panas.
Ukuran bak pendederan 2 x 2 m atau 2 x 3 m. setelah di isi air 30 cm, benih bisa di tanam sebanyak 2000-3000 ekor dengan lama pemeliharaan sampai 2 bulan. Penggantian air selama pemeliharaan tidak mutlak. Namun, jika bak pemeliharaah tidak di beri aliran air secara terus menerus, penggantian air perlu dilakukan 2 minggu sekali sebanyak 2/3 bagian.
Benih diberi pakan berbentuk tepung halus yang ditebarkan merata ke seluruh permukaan air sebanyak 2-3 kali sehari. Pakan alami yang paling cocok adalah infusoria, kutu air yang masih kecil dari hasil penyaringan. Untuk memacu pertumbuhan, selama 2 minggu akhir pemeliharaan di beri pakan alami yang lain seperti cacing sutra yang telah dibersihkan pada air mengalir.
Demikian artikel ini semoga menjadi gambaran untuk membudidayakan ikan hias yang indah dan anggun ini.
 
 
 

Jumat, 29 Januari 2016

Beberapa Panduan Praktis Untuk Memelihara Ikan Guppy

Ikan guppy atau yang di sebut dengan poecilia reticulate adalah jenis ikan yang mudah membiak. Ikan ini memiliki habitat asli pada air tenang seperti danau dan ikan ini dapat hidup bertahan pada air payau dengan kadar garam yang sangat tinggi. Ikan guppy berasal dari Amerika tengah dan Amerika selatan namun pada perairan di Indonesia yaitu pada bagian air tawar ikan guppy mudah di temukan. Ikan ini banyak di gemari karena memiliki bentuk fisik yang sangat cantik dan menarik sehingga ikan guppy di jadikan sebagai ikan hias. Pemeliharaan ikan guppy dapat di lakukan dengan mudah dan dapat di rawat dengan menggunakan perlengkapan yang sederhana. Bagi anda yang ingin melakukan budidaya ikan guppy maka anda dapat melihat panduan di bawah ini.

Cara Memilih Bibit Ikan Guppy

http://1.bp.blogspot.com
Pada pemilihan bibit ini merupakan hal yang sangat penting pada budidaya ikan guppy. Untuk dapat membedakan mana ikan jantan dan ikan betina maka dapat di lihat langsung berdasarkan fisiknya. Untuk ikan guppy betina mempunyai bentuk fisik yang lebih bulat dan mempunyai warna yang lebih kusam kemudian bagian siripnya tidak menjumbai. Kemudian untuk ikan guppy jantan mempunyai bentuk tubuh yang langsing dan mempunyai warna lebih terang dan kontras kemudian mempunyai sirip indah yang menjumbai. Jika di bedakan demikian maka ukuran tubuh ikan betina lebih besar di banding dengan tubuh ikan jantan.

Cara Memelihara Ikan Guppy

Pada budidaya ikan guppy hal yang pertama di lakukan yaitu melakukan proses pemijahan dengan cara memisahkan kedua induk terlebih dahulu. Selama proses pemisahan berlangsung ikan tetap dapat di beri pakan berupa moina atau daphia dengan takaran 2 kali sehari. Sebelum pemijahan, wadah yang telah di siapkan di isi air dan diendapkan selama 1 hari kemudian beri tambahan tanaman air hydrilla. Pemijahan ini dapat di lakukan dengan cara satu demi satu atau dapat juga di lakukan dengan cara masal. Induk betina dapat di masukan ke dalam wadah pada pagi hari dan setelah itu induk jantan di masukkan ke dalam wadah yang sama pada sore hari. 
Budidaya ikan guppy juga memperhatikan proses penetasan ikan. Telur akan di buahi di dalam tubuh sehingga induk tidak bertelur namun langsung melahirkan. Lamanya waktu hamil dapat di hitung dari awal pemijahan hingga 1 bulan kemudian. Apabila ikan guppy hamil maka pada bagian anusnya terdapat bercak berwarna gelap. Pada setiap kelahiran induk guppy dapat menghasilkan anak sebanyak 30 - 100 ekor. 
Hal terakhir pada budidaya ikan guppy yaitu pemberian pakan. Saat ikan berusia 5 hari maka sudah dapat di beri pakan berupa udang remik dan kutu air. Dan ketika usia ikan sudah mencapai 20 hari maka dapat di beri pakan cacing sutra. Dan pada usia ini ikan sudah dapat di bedakan berdasarkan jenis kelaminnya kemudian di pisahkan dalam wadah berbeda. Cara ternak ikan guppy ini sangat mudah sekali dan apabila tahapan di atas sudah di lakukan semua maka tinggal menunggu hasil ternaknya.
 
 

Cerita Seorang Pelaku Budidaya Ikan Guppy Asal Magetan Yang Sukses


Pemuda Magetan Sukses Berternak Ikan Guppy
http://berita.beritajatim.com/brt648056057.jpg
Magetan (beritajatim.com) - Bisnis ikan hias masih tampakanya masih sangat menjanjikan. Terbukti seorang pemuda berhasil berternak ikan hias jenis guppy jenis impor yang nilainya mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Pelaku budi daya ikan guppy ini adalah Sindu Bayu Permana warga Jalan Samodra Kelurahan Bulukerto, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan. Ia mulai serius menekuni budidaya ikan hias ini sejak tahun 2010.

"Saya mulai menekuni budi daya ikan guppy sejak tahun 2010. Kalau senang ikan sudah sejak SMP dulu saya sering beli ikan hias sampai ke Madiun. Dan sekarang Alhamdulilah bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup," ujarnya.

Diawal karirnya sebagai peternak ikan hias, ia masih membudi daya berbagai jenis, mulai dari berta atau yang lebih dikenal dengan ikan cupang, fera-feri, plati dan guppy.

Kini, lulusan Fakultas Pertanian UNS ini, hanya fokus pada budi daya ikan guppy. Selain karena perawatannya yang relatif mudah, juga corak ikan yang warna-warni, membuat ikan hias tersebut banyak digemari oleh penghobi.

Ia menjelaskan, dalam satu bulan, ia bisa menjual ikan guppy hingga 50 pasang. Untuk harga per pasangnya bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga satu juta rupiah.

"Bahkan, ikan guppy yang menang kontes, harganya bisa mencapai jutaan rupiah per pasangnya. Tergantung dari jenisnya. Dan saat ini saya masih mencoba memijahkan ikan guppy impor dari Thailand," terang Bayu.

Ia mengaku memiliki sedikitnya 20 jenis dari puluhan jenis ikan guppy yang banyak dikembangkan di pasaran. Bahkan, salah satu koleksinya telah menang sebagai juara kedua dalam kontes nasional ikan guppy yang digelar di Solo, baru-baru ini.

Adapun untuk pemasaran, selain dijual secara "online" atau internet, biasanya sudah ada sejumlah pedagang maupun penghobi yang mengambil ikan guppy miliknya.

Meskipun pemeliharaan mudah, bukan berarti tidak ada kendala dalam budi daya ikan hias guppy. Kondisi cuaca yang dingin saat musim hujan ataupun musim pancaroba, sering kali membuat ikan guppy sakit atau stres bahkan ada juga yang sampai mati.

Selain ikan guppy, Bayu juga membudidaya ikan hias plati yang masih satu marga dengan ikan guppy. Adapun media yang digunakan untuk membudi daya ikan tersebut adalah akuarium dan bak-bak yang disusun rapi di rak buatannya di samping rumahnya.


Untuk Hasil Maksimal Guppy Lovers Harus Tahu Cara Beternak Ikan Guppy Yang Benar


Cara Membiakkan Ikan Guppy dengan Benar
http://guppy.id/wp-content/uploads/2015/11/full-redd.jpg

Rabu, 27 Januari 2016

Kualitas Air Merupakan Salah Satu Penentu Utama Budidaya Ikan Guppy

https://www.google.co.id
"Penentu utama dalam budidaya ikan adalah kualitas air dan ketersediaan pakan", begitu juga di ikan hias ataupun guppy. Kualitas air yang buruk sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup ikan guppy. Masalah yang biasa terjadi akibat buruknya kualitas air adalah :
1.      Ikan guppy mengalami stress
2.      Kurangnya nafsu makan
3.      Umur ikan relative singkat
4.      Serangan pathogen (penyakit)
5.      Kuaitas warna ikan menurun
6.      Badan / tubuh ikan guppy jantan bengkok
7.      Ekor melipat
8.      Pertumbuhan bulu/sirip lambat
9.      Kematian massal
 
Untuk itu kita harus mengetahui kadar standar masing masing kandungan yang terdapat dalam media pembudidayaan ikan guppy. Parameter Lingkungan Pemeliharaan Ikan Guppy adalah sebagai berikut:

- pH

Ikan guppy dapat hidup dengan baik di pH 6,7-7,2, tetapi pertumbuhan ikan guppy dapat optimal. Air tanah indonesia memiliki pH kisaran 7,2-7,4, untuk menanggulangi hal tersebut kita dapat menggunakan daun ketapang. Daun Ketapang tidak dapat langsung di gunakan, kita harus melakukan sterilisasi terlebih dahulu. Pertama tama daun ketapang dari alam harus di rendam dalam air garam terlebih dahulu agar daun ketapang bersih dari bakteri negatif yang terbawa dari alam. Lalu daun ketapang di jemur hingga kering dan jika sudah kering dapat langusng di gunakan. masukkan daun ketapang kedalam media budidaya sampai air berwarna oranye muda, teh encer. Lalu diangkat, jangan biarkan daun ketapang tetap berada di dalam media pemeliharaan ikan guppy, karna jika dibiarkan daun ketapag akan membusuk dan menimbulkan amoniak. Kadar amoniak yang tinggi dapat menjadi racun dan menyebabkan ikan mati.

- DO (kadar Oksigen terlarut dalam air)
 Kandungan oksigen di dalam air harus mencukupi. Untuk media pemeliharaan ikan guppy, misalnya, kandungan yang dibutuhkan sekitar 3 miligram per liter. Kurang kadar oksigen, maka akan menyebabkan kematian ikan.
Kandungan oksigen terkait suhu air, sehingga apabila ada kenaikan suhu air, maka kandungan oksigennya turun, dan demikian sebaliknya.
Banyaknya ikan di dalam media pemeliharaan ikan guppy, serta sirkulasi air yang tidak baik juga menyumbang berkurangnya oksigen. Untuk menjaga kestablian kadar oksigen, buatlah sistem aerasi yang baik.
- Suhu
 Suhu air untuk ikan guppy sama pentingnya untuk ikan di aquarium. Ikan dan tanaman air telah terbukti mentolerir hanya kisaran terbatas suhu air . Faktor penting lain yang harus dipertimbangkan ketika berbicara tentang suhu air adalah konsistensi . Perubahan mendadak dan drastis dalam suhu air sering dapat menyebabkan masalah kesehatan. Untuk ikan guppy , kisaran suhu air yang ideal adalah antara 10-29 ° C ( 50 ° F - 85 ° F ) , dengan burayak ikan guppy berkembang terbaik pada 25,6 ° C ( 78 ° F ) , ikan guppy remaja 24.4 ° C ( 76 ° F ) , dan ikan guppy dewasa  23,3 ° C ( 74 ° F ).
Suhu juga berpengaruh pada pertumbuhan ikan guppy, jika suhu air optimal maka metabolisme ikan guppy pun optimal, nafsu makan ikan tinggi, ikan akan cepat lebih besar.

- Kesadahan
kesadahan air merupakan parameter air penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup guppies. namun banyak pemilik akuarium sering mengabaikannya. Ikan berkembang dalam kisaran kesadahan air tertentu, dan ketika tingkat ini tidak tercapai, hal ini dapat menyebabkan stres dan mungkin kematian.
Kesadahan air hanya mengacu pada jumlah mineral terlarut dalam setiap jenis air. Air keras adalah istilah yang digunakan ketika kandungan mineral yang terlarut cukup tinggi , sedangkan air lunak memiliki tingkat kandungan mineral yang rendah.
Adalah penting untuk memperhatikan hubungan yang ada antara pH air dan kekerasan. Air keras biasanya memiliki pH tinggi karena mineral yang ada sebagai penyangga sehingga mengurangi jumlah asam ( pH ) dalam air. Kisaran ideal kesadahan air untuk guppy adalah GH 8-12
-Salinitas
Kadar Salinitas yang optimal untuk media budidaya ikan guppy adalah 1 ppm
- Amoniak
Kadar amoniak yang dapat di tolelir tubuh ikan guppy adalah <0,012 ppm.
- Intensitas Cahaya

Cahaya sangat berpengaruh pada kualitas warna ikan guppy. cahaya dapat merangsang pigmen pigmen warna untuk timbul pada bagian tubuh ikan guppy.
Jika semua parameter di atas dapat terpenuhi maka sudah dapat di pastikan ikan guppy dapat hidup dan berkembang dengan baik. Jika tidak maka kelangsungan hidup guppy dapat terganggu, dan menyebabkan kematian ikan guppy.
 
https://www.google.co.id
Kulitas air yang buruk sangat merugikan sekali maka dari itu kita harus dapat mengatasi masalah tersebut. Biasanya saya menggunakan Probiotik dan melakukan pergantian air 10 hari sekali. Sebelum mengganti air kita harus menyiapkan air pengganti yang sudah diendapkan minimal selama 48 jam. Serta kita bisa menambahkan sedikit garam untuk membunuh kuman kuman yang terdapat dalam air tersebut. Pergantian air dilakukan dengan cara membuang kotoran kotoran ikan guppy (biasanya saya menggunakan selang/shifon) serta mengurangi air media budidaya ikan guppy hingga 1,3 bagian. Dengan mejaga kualitas air maka sudah dipastikan budidaya guppy kita akan berhasil.